Lagu “Lalaki Langit Lalanang Bejad” Karya Om Zein Tuai Perhatian Publik, Lirik Picu Perdebatan di Media Sosial

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:19 WIB

5021 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lagu “Lalaki Langit Lalanang Bejad” Karya Om Zein Tuai Perhatian Publik, Lirik Picu Perdebatan di Media Sosial

Satunews.id, Purwakarta – Lagu berjudul “Lalaki Langit Lalanang Bejad” karya Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Lagu berbahasa Sunda tersebut ramai diperbincangkan setelah sejumlah warganet memberikan beragam tanggapan terhadap pesan yang terkandung dalam liriknya.

Karya musik tersebut mendapat perhatian publik setelah video lagu beredar melalui platform YouTube. Sejumlah pengguna media sosial kemudian menyampaikan pandangan mereka terkait beberapa bagian lirik yang dinilai sebagian pihak menimbulkan perdebatan, khususnya mengenai sudut pandang terhadap perempuan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Video lagu tersebut dapat disaksikan melalui kanal YouTube dengan tautan:

Dengan Judul : Lalaki Langit lalanang Bejad
Cipt. Om Zein

Nuhun Gusti…
Tos Nyiptakeun Kuring Jadi Lalaki
Cacak Mun Jadi Awewe
SMP Kelas Tilu Tos Karuron Tujuh Kali

Nuhun Gusti…
Tos Nyiptakeun Kuring Jadi Lalaki
Teu Kudu Meuli Kutang
Nu Busana Lewih Gede Batan Susu

Nuhun Gusti…
Tos Nyiptakeun Kuring Jadi Lalaki
Teu Kudu Ngaprak-Ngaprak Apotek
Alatan Telat Bulan

Nuhun Gusti…
Tos Nyiptakeun Kuring Jadi Lalaki
Teu Kudu Ngalukis Halis Jeung Bulu Mata
Sakali Nangi
Cep Hese Beunta

Lalaki Langit…
Lalanang Bejad…

Lalaki Langit…
Lalanang Bejad…

Perbincangan terkait lagu tersebut berkembang di kolom komentar. Sebagian warganet menilai karya tersebut merupakan bentuk ekspresi seni, namun sebagian lainnya mempertanyakan pesan yang disampaikan melalui lirik, terlebih lagu tersebut dibuat oleh seorang figur publik.

Beberapa komentar warganet yang muncul di antaranya:

Akun @dh******* menulis:

“miris bgt nyiptain lagu kayak gini😭 ngerendahin perempuan loh ini pak..”

Sementara akun @ad****** memberikan tanggapan:

“Lirik itu bisa menjadi cerminan sebagaimana karakter diri pencipta lagu tersebut hehe”

Akun @Sit****** juga menyampaikan pandangannya:

“Klo di artikan smp kls 3 udh keguguran 7x koq kaya merendahkan bgt yaaa, sumpah teu ngeunah laguna 😂😂😂”

Selain itu, akun @ei***** menuliskan:

“alus laguna. alus lamun teu di lagu keun. uyuhan, kudu mikir urang teh lain kaluar tina liang batu”

Komentar lain dari akun @ag****** menyampaikan:

“Nanaonan nyiptakeun nu kieu ngarendahkeun awewe!”

Sedangkan akun @A**** memberikan kritik:

“Memalukan. Lagu misoginis ini dibuat pemimpin daerah. Jangan bawa-bawa identitas kesundaan lagi! Konstruksi lirik sebejad ini tak layak dipublikasikan pejabat publik.”

Hingga kini, lagu tersebut menjadi bahan diskusi publik mengenai kebebasan berekspresi, karya seni, serta bagaimana sebuah pesan disampaikan oleh seorang tokoh yang memiliki jabatan publik.

Perdebatan yang muncul menunjukkan adanya beragam perspektif masyarakat dalam melihat sebuah karya musik, baik dari sisi seni, budaya, maupun tanggung jawab sosial seorang figur publik.

Sumber : https://youtu.be/7-E3ULPA5gY?si=27LBWiO34rMMsVwV

Editor : drj

(Red)

Berita Terkait

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?
Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna
Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Pentahelix Dayeuhkolot Jelaskan Dukungan CSR dan Dana Pribadi untuk Penanganan Lingkungan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:42 WIB

Sampah Kiriman Menumpuk di Sungai, Pentahelix: Dayeuhkolot Bukan Muara Sampah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:47 WIB

KNPI Kabupaten Bandung Launching Pelor Handal, Kadistan Dorong Pemuda Garap Ayam Petelur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pandangan Umum Fraksi PSI: 4 Raperda Baru Harus Beri Manfaat Nyata, Bukan Sekadar Banyak Norma

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Musdes Ketiga, Pemdes Malakasari Mantapkan Risalah Tanah Carik untuk Dukung Pembangunan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Distan Gelar Tani Verse, Dukung Lahirnya Generasi Baru Petani

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Kades Marsel Farhan Taufik Sambut Baik Kunjungan KDM ke Jadek dan Cikahiyangan.

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Kadis LH Ruli Hadiana, Sesuai Petunjuk Bupati Bandung Lakukan Sosialisasi Hingga Ke Tingkat Kecamatan, Dalam Penangan Sampah

Berita Terbaru