MSatunews.id
MARGAHAYU– Kepala Desa Margahayu Selatan (Marsel) Farhan Taufik Akbar, SE. mengapresiasi kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) ke kawasan Jalan Dengdek (Jadek), Terusan Kopo, Sayati, serta ke aliran Sungai Cikahiyangan yang berbatasan dengan Kota Bandung.
Dalam kegiatan itu, KDM didampingi Bupati Bandung, Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, pimpinan Lanud Sulaiman, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung, Camat Margahayu, para kepala desa se-Kecamatan Margahayu, serta dinas terkait lainnya.
Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian dan langkah nyata KDM bersama Bupati Bandung dalam mendorong percepatan penanganan banjir di kawasan Margahayu, khususnya Jadek.
“Alhamdulillah, kedatangan Pak KDM disambut hangat. Terima kasih atas perhatian dan aksinya, begitu juga kepada Pak Bupati Bandung. Mudah-mudahan banjir di Margahayu, khususnya Jadek, bisa segera teratasi,” ujar Farhan Kades Marsel saat di temui di Kantor desa pada Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, upaya penanganan banjir sebelumnya juga telah dibahas melalui koordinasi bersama Danlanud, Camat, dan unsur terkait. Bahkan, sekitar sebulan sebelumnya, pemerintah desa telah merencanakan kerja bakti di setiap RW untuk membersihkan gorong-gorong dan saluran air.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran aliran air, mulai dari hulu hingga hilir. Ia berharap langkah itu dapat berjalan beriringan dengan penanganan infrastruktur yang dilakukan pemerintah.
Dalam kunjungannya, KDM meninjau sejumlah titik yang berpotensi memicu banjir, mulai dari Jadek hingga aliran sungai, termasuk Sungai Cikahiyangan Desa Margahayu Tengah yang perbatasan kota bandung
Selain persoalan banjir, pembahasan juga mencakup pemeliharaan fasilitas drainase dan penanganan sampah kiriman. Menurut Kades Margahayu Tengah Farhan, hasil kajian sebelumnya menunjukkan bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan serta kondisi drainase yang mengalami pendangkalan.
“Kalau dipasang jaring penahan sampah, harus disiapkan juga petugas untuk mengangkut sampah yang tertahan. Jadi, penanganannya harus menyeluruh,” katanya.
Ia menyebutkan, penanganan sampah tersebut juga telah ditindaklanjuti melalui kegiatan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).
Terkait pembenahan saluran, ia menjelaskan bahwa langkah pelurusan sodetan pada saluran di sekitar depan Bank Mandiri, yang sebelumnya berkelok, telah berjalan. Ia berharap aliran air dapat dikembalikan ke jalur semula agar lebih lancar.
Selain itu, ia mengusulkan pembenahan saluran di sekitar RW 7, sepanjang kawasan yang disebutnya sebagai jalur Suzuki. Menurutnya, saluran jalur provinsi tersebut saat ini tidak berfungsi optimal karena sebagian jalurnya dimanfaatkan untuk kepentingan lain.
“Kami sudah menyampaikan usulan agar selain sodetan yang sedang dikerjakan, saluran di sebelah barat juga mendapat penanganan. Mudah-mudahan jika kedua titik itu dibenahi, debit banjir bisa berkurang dan air lebih cepat mengalir,” ungkapnya.
Ia berharap perhatian Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bandung dapat mempercepat pembenahan saluran yang bermasalah melalui sinergi pemerintah provinsi, kabupaten, pemerintah desa, serta masyarakat. Dengan demikian, penanganan banjir di kawasan Jadek dan aliran Sungai Cikahiyangan dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
(Asp)


























