KAB. BANDUNG ( SATUNEWS.ID) — Pemerintah Desa Malakasari, Kecamatan Baleendah, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) ketiga terkait proses risalah tanah carik desa yang dipersiapkan untuk mendukung sejumlah kepentingan pembangunan di wilayah desa pada Rabu (21/10/2026).
Kegitan berlangsung di Gor Desa malakasari yang dihadiri Forkopimcan Baleendah, pihak perusahan, Kepala Desa Malakasari, BPD, LPM Tokoh masyarakat / agama serta para ketua RW dan tamu undangan lainnya.
Kepala Desa Malakasari Kiki Hanefi mengatakan, lokasi tanah yang sebelumnya berada di wilayah Desa Bojongmalaka kini berada di wilayah Desa Malakasari. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi keuntungan tersendiri karena keberadaan lahan dapat dipantau dan dikawal langsung oleh masyarakat Desa Malakasari.
Alhamdulillah, sampai saat ini perjalanan proses rislah ini dari awal berjalan cukup mulus. Musdes pertama memang hasilnya belum maksimal, tetapi pada Musdes kedua antusiasme masyarakat sangat tinggi. Hampir 99 persen warga mendukung dan menyetujuinya,” ujar Kiki.
Ia menjelaskan, Musdes ketiga menjadi tahapan lanjutan menuju proses penetapan. Sejumlah tahapan administrasi sebelumnya telah dilakukan, mulai dari hasil Musdes hingga pembahasan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan tim terkait.
Menurut Kiki, proses administrasi tersebut cukup panjang karena harus dipastikan tidak terdapat kendala maupun kekeliruan dalam dokumen.
“Setelah dilakukan pengecekan bersama, ada salah satu bidang pada peta tanah yang jumlahnya kurang sesuai. Alhamdulillah kemudian dilakukan koreksi dan dilengkapi,” katanya.
Kiki menyebutkan, berdasarkan pemetaan yang dilakukan, terdapat lahan milik desa dengan luas sekitar 9.445 meter persegi atau setara dengan kebutuhan sekitar 674 rumah. Sementara lahan dari pihak lainnya memiliki luas sekitar 15.919 meter persegi, atau sekitar 1.137 rumah.
Ia menilai keberadaan lahan tersebut memberikan sejumlah peluang bagi masyarakat Desa Malakasari, salah satunya terkait rencana pengajuan pembangunan SMP Negeri.
“Ini menjadi keuntungan bagi Desa Malakasari. Salah satunya akan diajukan pembangunan sekolah SMP negeri. Dengan adanya sekolah tersebut, anak-anak di wilayah Malakasari memiliki peluang untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih dekat,” tuturnya.
Selain sektor pendidikan, Kiki menyebut lahan tersebut juga berkaitan dengan rencana penyediaan lahan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) yang menjadi bagian dari program pemerintah pusat
Ia berharap seluruh tahapan rislah tanah carik desa tersebut dapat berjalan lancar hingga proses penetapan dan penerbitan keputusan dari Bupati Bandung.
“Sekarang tinggal tahapan penetapan untuk pembuatan SK dan menyelesaikan kekurangan-kekurangan administrasi yang sudah dibahas. Mudah-mudahan seluruh prosesnya berjalan lancar,” katanya.
Kiki juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang selama ini mendukung proses tersebut, termasuk pemilik lahan dan unsur masyarakat yang telah memberikan dukungan bagi kepentingan Desa Malakasari.
“Semoga Bapak / ibu beserta keluarga, staf dan jajarannya selalu diberikan kesehatan, dipanjangkan umur dan mendapat keberkahan dari Allah SWT,” pungkasnya.
(Asp).


























