Launching Dapur MBG Bantar Jati: Gema Harapan Gizi Bangsa, Komitmen Nyata yang Tak Boleh Gagal

Satunews.id

- Redaksi

Sabtu, 25 April 2026 - 16:46 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id, Bogor – Dalam balutan suasana khidmat namun sarat makna, launching Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) Bantar Jati menjelma bukan sekadar seremoni, melainkan deklarasi moral: perang terhadap persoalan gizi masyarakat resmi dimulai dari akar rumput. Di bawah naungan SPPG Yayasan Siliwangi Tribuana Nusantara, program ini hadir sebagai jawaban atas kegelisahan panjang tentang masa depan generasi yang kerap tergerus persoalan nutrisi.Sabtu,(25/04/2026)

Sejak awal kegiatan, gelombang antusiasme warga tak terbendung. Masyarakat dari berbagai lapisan tumpah ruah, menyaksikan langsung lahirnya sebuah inisiatif yang digadang-gadang menjadi solusi konkret, bukan sekadar janji. Kehadiran unsur pemerintah, aparat, dan tokoh masyarakat mempertegas bahwa program ini memikul ekspektasi besar dan publik akan terus mengawasinya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Bantar Jati Supena Jaya Atmaja, perwakilan Kecamatan Klapanunggal, Danramil Klapanunggal Kapt. Kav. La Ahmadi, Babinsa Amir R, Bhabinkamtibmas, Kepala SPPG Frans Nico Habeahan, Ketua Yayasan Siliwangi Tribuana Nusantara Ibu Lusi, BPD, LPM, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga unsur keamanan dan warga sekitar.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya yang penuh penekanan, Ketua Yayasan Siliwangi Tribuana Nusantara, Ibu Lusi, menegaskan bahwa dapur MBG adalah simbol keberpihakan—bukan sekadar fasilitas. “Ini bukan hanya dapur. Ini adalah wujud kepedulian nyata. Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak yang luput dari asupan gizi layak. Ini adalah awal dari komitmen panjang, bukan akhir,” tegasnya, disambut tepuk tangan hadirin.

Nada serupa disampaikan Kepala Desa Bantar Jati, Supena Jaya Atmaja. Ia menilai kehadiran Dapur MBG sebagai langkah strategis yang harus dijaga kesinambungannya, bukan sekadar proyek sesaat.

“Kami mendukung penuh. Program ini harus menjadi contoh, bahkan standar baru. Jangan sampai berhenti di seremoni. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ujarnya lugas.

Sementara itu, Kepala SPPG Frans Nico Habeahan menegaskan kesiapan teknis dan operasional. Ia memastikan bahwa dapur MBG tidak akan berjalan setengah hati.

“Kami siap bekerja maksimal. Tidak ada kompromi untuk kualitas. Makanan harus bergizi, higienis, dan tepat sasaran. Program ini harus berdampak nyata, bukan sekadar terlihat baik di atas kertas,” tandasnya.

Puncak acara berlangsung penuh makna melalui prosesi pemotongan tumpeng, santunan anak yatim, hingga pengguntingan pita sebagai simbol dimulainya operasional dapur. Para tamu undangan turut meninjau langsung fasilitas, memastikan kesiapan yang telah dipersiapkan secara matang.

Di balik seremoni, tersimpan harapan besar yang kini menggantung di pundak seluruh pihak terkait. Antusiasme warga yang membuncah bukan hanya ekspresi kegembiraan, tetapi juga titipan harapan: agar program ini benar-benar menjadi solusi, bukan sekadar narasi.

Launching Dapur MBG Bantar Jati hari ini adalah titik awal. Keberhasilannya kelak akan diukur bukan dari meriahnya acara, tetapi dari berkurangnya angka kekurangan gizi, meningkatnya kualitas hidup, dan hadirnya generasi yang lebih sehat dan kuat.

Publik menanti. Komitmen telah diucapkan. Kini saatnya pembuktian. (Aminah)

Berita Terkait

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?
Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna
Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Dorong Kualitas Layanan Publik, Bupati Bandung Bahas Optimalisasi RSUD Majalaya hingga Penataan Aset Daerah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:42 WIB

Sampah Kiriman Menumpuk di Sungai, Pentahelix: Dayeuhkolot Bukan Muara Sampah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:47 WIB

KNPI Kabupaten Bandung Launching Pelor Handal, Kadistan Dorong Pemuda Garap Ayam Petelur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pandangan Umum Fraksi PSI: 4 Raperda Baru Harus Beri Manfaat Nyata, Bukan Sekadar Banyak Norma

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Musdes Ketiga, Pemdes Malakasari Mantapkan Risalah Tanah Carik untuk Dukung Pembangunan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Distan Gelar Tani Verse, Dukung Lahirnya Generasi Baru Petani

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Kades Marsel Farhan Taufik Sambut Baik Kunjungan KDM ke Jadek dan Cikahiyangan.

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Kadis LH Ruli Hadiana, Sesuai Petunjuk Bupati Bandung Lakukan Sosialisasi Hingga Ke Tingkat Kecamatan, Dalam Penangan Sampah

Berita Terbaru