Siskamling di Pasir Biru, Pemkot Bandung Petakan Masalah Drainase, Lampu Mati hingga Sampah 6,7 Ton Per Hari
Satunews.id, Kota Bandung – Pemerintah Kota Bandung mengidentifikasi sejumlah persoalan infrastruktur di Kelurahan Pasir Biru, Kecamatan Cibiru. Mulai dari drainase mampet, penerangan jalan mati, hingga pengelolaan sampah. Hal itu mengemuka dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana ke-102, Rabu, 14 Oktober 2026.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, berdialog langsung dengan perwakilan RW untuk memetakan kebutuhan warga.

Persoalan drainase menjadi keluhan utama. Warga RW 1 mengeluhkan drainase di Jalan AH Nasution dan kirmir di Kali Cipayung yang rusak. RW 2 dan RW 3 menyoroti hambatan aliran air di sekitar bundaran. Sementara warga di perbatasan RW 11 dan RW 12 mengeluhkan saluran air di RT 3, RT 4, RT 5 hingga Al-Hidayah yang memicu genangan saat hujan.
Tak hanya drainase, penerangan jalan juga dikeluhkan. RW 4 melaporkan kabel dan lampu PJU mati. Bahkan di RW 10, hampir 80 persen dari 46 tiang penerangan jalan mengalami lampu mati.
Pemkot berjanji akan mengoordinasikan temuan tersebut dengan OPD terkait sesuai kewenangan dan kondisi teknis di lapangan.
Dalam dialog tersebut, terungkap Kelurahan Pasir Biru menghasilkan sampah sekitar 6,7 ton per hari, sementara yang terolah melalui program Gaslah baru sekitar 500-600 kg per hari.

Wali Kota Farhan menekankan pentingnya pemilahan sampah dari rumah tangga dan mendorong pengolahan sampah organik melalui kompos pit di setiap RW sebagai proyek percontohan.
” Edukasi dan keterlibatan pengurus wilayah penting agar kebiasaan memilah sampah dapat berjalan konsisten,” ujar Farhan.
Warga juga mengusulkan perbaikan kendaraan operasional sampah, dukungan budidaya maggot, dan pelatihan keterampilan.
Selain itu, warga RW 5 mengusulkan pengembangan peternakan ayam petelur untuk mendukung penanganan stunting. Sementara persoalan air bersih dan sanitasi akan ditindaklanjuti melalui pendataan rumah yang belum memiliki septic tank layak.
Melalui Siskamling Siaga Bencana, Pemkot Bandung berharap setiap persoalan kewilayahan bisa ditangani bertahap sesuai prioritas.
(**)


























