PALI – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Firdaus Hasbullah, SH., MH., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kepedulian dan bersama-sama melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.
Menurut Firdaus, generasi muda merupakan aset paling berharga yang dimiliki Kabupaten PALI. Di tangan merekalah masa depan pembangunan, kemajuan ekonomi, dan keberlanjutan kepemimpinan daerah akan ditentukan.
Karena itu, upaya menyelamatkan anak-anak muda dari pengaruh narkoba harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan semata-mata dibebankan kepada aparat penegak hukum.
Keberanian generasi muda bukan diukur dari kesediaannya mencoba sesuatu yang berbahaya, melainkan dari keteguhannya menolak pengaruh buruk dan mempertahankan cita-cita.
Selamatkan Generasi Muda, Selamatkan Masa Depan PALI
Lebih jauh, pesan yang disampaikan Firdaus menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.
Pembangunan juga harus menghasilkan sumber daya manusia yang sehat, berpendidikan, berkarakter, serta terbebas dari ketergantungan narkoba.
Jalan yang mulus, gedung yang megah, dan berbagai fasilitas pembangunan tidak akan memberikan manfaat optimal apabila generasi penerus justru kehilangan masa depannya akibat penyalahgunaan narkoba.
Oleh sebab itu, diperlukan keterlibatan nyata seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, hingga lingkungan keluarga.
Upaya pencegahan harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum, edukasi yang berkelanjutan, penyediaan ruang kegiatan positif, serta akses pemulihan bagi mereka yang telah terjerat penyalahgunaan narkoba.
Masyarakat juga diharapkan tidak memberikan stigma berlebihan kepada korban penyalahgunaan narkoba yang membutuhkan pertolongan, melainkan mendorong mereka mendapatkan layanan rehabilitasi yang tepat.
Generasi PALI Harus Berani Berkata Tidak pada Narkoba
Ajakan Firdaus Hasbullah menjadi pengingat bahwa menyelamatkan generasi muda bukan sekadar menyampaikan slogan antinarkoba, melainkan membutuhkan kepedulian dan tindakan nyata.
Anak-anak muda PALI harus memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkarya, mengembangkan kemampuan, dan mengejar cita-cita tanpa dibayangi ancaman penyalahgunaan narkoba.
Gerakan melawan narkoba harus dibangun sebagai kesadaran kolektif yang tumbuh dari keluarga, berkembang di lingkungan masyarakat, dan diperkuat melalui dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Sebab, ketika satu generasi berhasil diselamatkan dari narkoba, sesungguhnya kita sedang menjaga masa depan ribuan keluarga dan keberlangsungan pembangunan Kabupaten PALI.
Pesan yang ingin ditegaskan jelas: jangan biarkan narkoba merenggut harapan generasi muda. Lindungi keluarga, bangun lingkungan yang sehat, dan jadikan PALI sebagai daerah yang memberikan ruang bagi anak-anak mudanya untuk meraih masa depan yang lebih baik.(Hari)


























