Ada Dugaan Kontaminasi, Pemkot Bandung Periksa Ketat Restoran 88 Seoul
Satunews.id, Kota Bandung – Pemerintah Kota Bandung menyelidiki dugaan keracunan makanan yang dikaitkan dengan Restoran 88 Seoul. Dinas Kesehatan dan DKPP Kota Bandung telah turun melakukan pemeriksaan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pemeriksaan meliputi tempat penyimpanan bahan basah dan kering, pemisahan alat bersih dan kotor, hingga penyimpanan bahan kimia.
Dari hasil awal, ditemukan sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, terutama alur dapur dan area pencucian alat makan yang berpotensi menimbulkan kontaminasi dari sabun cuci.
Selain itu, penyimpanan bahan beku belum menerapkan sistem first in first out (FIFO), tempat penyimpanan dingin belum dilengkapi alat pengukur suhu, penyimpanan minyak jelantah tidak tertutup, dan bahan kimia belum disimpan dalam kontainer tertutup.
Temuan lain, penjamah makanan belum menggunakan masker, restoran belum menyediakan bank sampel makanan, dan kemasan makanan belum mencantumkan waktu kedaluwarsa.
Meski demikian, ada aspek yang sudah dinilai baik, seperti general cleaning dan tempat sampah yang sudah menggunakan sistem pedal kaki.
Saat ini Pemkot masih menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan. Farhan menyebut proses kultur membutuhkan waktu untuk mengetahui jenis kontaminasi.
Ia juga menegaskan klaim ratusan orang keracunan masih diverifikasi. Data yang masuk ke Dinkes masih dalam pendataan dan pencocokan dengan rumah sakit terkait identitas pasien, keluhan, dan dokter yang mendiagnosis.
“Kalau saya bilang saya keracunan makan di restoran A karena kata si dokter B, maka sayanya mesti diidentifikasi, restoran A-nya diidentifikasi, dokter B-nya harus diidentifikasi dan memberikan pertanggungjawaban medisnya,” jelas Farhan.
Dinkes Kota Bandung akan menyusun analisis hipotesis kasus dan melapor ke Dinkes Provinsi Jabar.
Farhan memastikan Pemkot tidak menutup kemungkinan melakukan intervensi terhadap operasional restoran jika hasil investigasi membuktikan adanya pelanggaran yang membahayakan konsumen.
Untuk sementara 88 Seoul masih dalam objek penyelidikan. Manajemen juga dipersilakan jika ingin tutup sementara selama pemeriksaan.
“Tujuan utamanya memastikan wisata kuliner di Kota Bandung aman dan terawasi dengan baik,” pungkasnya.
(**)


























