Pendataan Perlinsos, Pemkot Bandung Targetkan Verifikasi 400 Ribu KK
Satunews.id, Kota Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat pelaksanaan pendataan dan verifikasi program Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk memastikan data masyarakat sebagai dasar program pelayanan dan perlindungan sosial semakin akurat.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, saat memberikan arahan pada Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (5/10/2026).
Iskandar mengatakan, pekan ini Pemkot Bandung mulai memperkuat pembahasan dan penyiapan data kependudukan, termasuk data KTP dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
“Sudah kita siapkan bahan-bahan dan perlengkapan untuk memproses data,” ujar Iskandar.
Menurutnya, kegiatan pendataan dan verifikasi sebelumnya telah mulai berjalan. Seluruh perangkat daerah dan kewilayahan diminta melakukan pemantauan agar pelaksanaan sesuai target.
Dari sekitar 800 ribu kepala keluarga (KK) yang menjadi sasaran pada tahapan ini, Pemkot Bandung menargetkan 400 ribu KK dapat diverifikasi hingga akhir tahun.
Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk serius melaksanakan pendataan, karena hasil verifikasi akan menjadi basis data untuk berbagai program pemerintah, termasuk pelayanan kesehatan dan program perlindungan sosial.
“Data verifikasi ini akan digunakan sebagai data untuk beberapa kegiatan, baik untuk pelayanan kesehatan maupun program lainnya. Maka saya harap kegiatan ini dilakukan dengan sungguh-sungguh,” katanya.
Iskandar mengakui masih ada data masyarakat yang belum terdata maupun belum terinput, sehingga proses pendataan dan verifikasi membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari perangkat daerah hingga unsur kewilayahan.
Sebelumnya, dalam rapat koordinasi Digitalisasi Perlinsos dan Implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) pada 29 September 2026, Pemkot Bandung menargetkan 435.416 KK atau 50 persen dari total 870.832 KK terdaftar melalui Perlinsos hingga Desember 2026.
(**)


























