Kolaborasi C40, Pemkot Bandung Dorong Gedung Pemerintah Lebih Efisien Energi
Satunews.id, Kota Bandung – Pemkot Bandung mendorong peningkatan efisiensi energi pada gedung-gedung pemerintah sebagai bagian dari pembangunan kota berkelanjutan. Upaya ini diperkuat melalui kolaborasi dengan C40 Cities Finance Facility (CFF) Phase 4.0.

Hal tersebut disampaikan Sekda Kota Bandung Iskandar Zulkarnain saat mewakili Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pada Rapat Koordinasi Pelaksanaan C40 CFF Phase 4.0 di Gedung Serba Guna Balai Kota Bandung, Jumat (2/10/2026).
“Pertemuan hari ini bukan sekadar rapat koordinasi, tetapi bagian dari upaya bersama untuk mendorong perubahan cara kita membangun dan mengelola kota, khususnya dalam hal efisiensi energi, bangunan gedung hijau dan pemanfaatan energi terbarukan,” ujar Iskandar.
Menurutnya, gedung memiliki peran penting dalam kehidupan perkotaan. Efisiensi energi bukan hanya soal penghematan biaya, tapi juga tanggung jawab pemerintah dalam membangun kota yang berkelanjutan, efisien, dan nyaman.

Pemkot Bandung menyambut baik dukungan C40 CFF fase keempat untuk memperkuat perencanaan, peningkatan kapasitas, dan langkah terukur dalam efisiensi energi dan energi terbarukan.
“Kami juga siap berdiskusi mengenai bangunan-bangunan pemerintah yang dapat menjadi bagian dari proyek ini, termasuk mempertimbangkan aspek pelayanan, kebutuhan teknis serta potensi pengembangannya,” katanya.
Dalam program ini, Kota Bandung berkolaborasi dengan Kota Palembang. Kedua kota memiliki karakter dan tantangan berbeda, namun tujuan sama untuk mendorong kota yang efisien, tangguh, dan berkelanjutan.
Iskandar menyebut pengalaman Pemprov DKI Jakarta dalam penerapan efisiensi energi dan PLTS atap bisa menjadi pembelajaran bagi Bandung dan Palembang.
“Kita ingin memanfaatkan teknologi tetapi tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat. Kita ingin melakukan pembangunan hari ini tanpa mengorbankan kualitas lingkungan dan kehidupan generasi sesudah kita,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan Ditjen Cipta Karya Kementerian PU, Kuswara, mengatakan sektor gedung menjadi kontributor utama emisi melalui konsumsi energi yang mencapai hampir sepertiga konsumsi energi nasional.
“Jumlah yang sangat besar dan tentunya memerlukan perhatian khusus bagaimana ini bisa ditangani dan diperhatikan secara seksama,” kata Kuswara.

Pemerintah mendorong penyelenggaraan Bangunan Gedung Hijau (BGH) melalui desain pasif, perubahan perilaku pengguna, dan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan sebagai bagian dari pembangunan rendah karbon.
Proyeksi kontribusi penurunan emisi GRK dari subsektor gedung hingga 2030 mencapai sekitar 3 juta ton CO2 dari bangunan pemerintah, 14 juta ton dari bangunan komersial, dan 19 juta ton dari perumahan.
“Dukungan CFF antara lain mencakup audit energi bangunan gedung, asesmen rooftop solar PV, financial modeling, dan juga dukungan teknis lainnya dalam aspek green building,” jelasnya.
(**)


























