Rembug Stunting Desa Nagrak Perkuat Pencegahan, Siapkan Monitoring Cerdas Posyandu Oktober 2026
Satunews.id, Bogor – Pemerintah Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Rembug Stunting di Aula Kantor Desa Nagrak, Selasa (29/9/2026).
Musyawarah ini menjadi langkah penguatan pencegahan stunting secara spesifik dan berkelanjutan, mulai dari pendampingan ibu hamil, skrining hemoglobin (Hb), pemenuhan gizi, hingga pemantauan tumbuh kembang anak melalui Posyandu.
Kegiatan dihadiri Kepala Desa Nagrak H. Agus Sahrudin, S.Pd.I, Ketua TP-PKK, Ketua BPD, Pendamping Desa, Ketua LPM, aparatur desa, para Kadus, RT/RW, perwakilan Puskesmas, kader Posyandu, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat.

Kepala Desa Nagrak H. Agus Sahrudin menegaskan Rembug Stunting tidak boleh berhenti pada diskusi saja, tetapi harus melahirkan program nyata yang dirasakan masyarakat.
Salah satu fokus utama adalah kesehatan ibu hamil. Pemeriksaan kehamilan rutin, pemenuhan gizi, dan skrining Hb menjadi langkah penting untuk mendeteksi anemia dan ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan sesuai kondisi masing-masing ibu.
Setelah kelahiran, pemantauan pertumbuhan anak melalui Posyandu menjadi kunci deteksi dini. Pengukuran berat badan, tinggi/panjang badan berdasarkan usia, serta pemantauan perkembangan dilakukan berkala.

Ketua BPD Desa Nagrak menekankan musyawarah sebagai forum penyusunan program dengan sasaran jelas dan dapat dipantau. Sementara Pendamping Desa mendorong perencanaan selaras dengan kebutuhan prioritas dan ketentuan penggunaan Dana Desa, sebagai bagian dari persiapan program Tahun Anggaran 2027.
Perwakilan Puskesmas dalam materinya menjelaskan pentingnya pemantauan rutin untuk mengetahui kondisi pertumbuhan anak sejak dini, termasuk kondisi tinggi/panjang badan di bawah standar usia.
Sebagai tindak lanjut, Desa Nagrak akan melaksanakan monitoring cerdas melalui Posyandu pada Oktober 2026. Kegiatan ini untuk memperkuat pemantauan bayi dan balita, khususnya berat badan, tinggi badan, dan perkembangannya.

Melalui monitoring tersebut, kader Posyandu bersama tenaga kesehatan dapat mengidentifikasi anak yang membutuhkan perhatian lebih dan mengarahkan untuk pemeriksaan lanjutan.
Pemdes Nagrak juga mendorong orang tua aktif membawa bayi dan balita ke Posyandu untuk pemantauan rutin dan edukasi gizi keluarga.
Rembug Stunting ini sekaligus menjadi pijakan penyusunan program Tahun Anggaran 2027, mencakup pendampingan ibu hamil, skrining Hb, penguatan Posyandu, edukasi gizi, dan tindak lanjut penanganan stunting.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh peserta sebagai komitmen bersama memperkuat pencegahan stunting di Desa Nagrak menuju generasi sehat, cerdas, dan berkualitas.
(Aminah)


























