Teknologi Pengolahan Sampah di TPS Ciwastra Mampu Olah 5 Ton per Jam
Satunews.id, Kota Bandung – Teknologi pemusnah sampah yang dikembangkan atas prakarsa Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan ditempatkan di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Ciwastra, Kota Bandung, memiliki kapasitas pengolahan hingga lima ton sampah per jam.
Hal tersebut disampaikan Kasubdis Uji Dislitbangad Yayat Priatna saat mendampingi kunjungan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak ke TPS Ciwastra, Jumat (4/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, KSAD didampingi Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain, jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, serta unsur kewilayahan.
Yayat menjelaskan, kapasitas pengolahan hingga lima ton per jam tersebut dilakukan melalui dua kali pengisian. Pada pengisian pertama, mesin menampung sekitar tiga ton sampah. Setelah proses berlangsung selama 30–35 menit, dilakukan pengisian kembali sebanyak dua ton.
“Alat ini memang kapasitasnya lima ton per jam, tetapi itu dalam dua kali pengisian. Pengisian pertama sekitar tiga ton, kemudian setelah 30 sampai 35 menit diisi ulang dua ton,” ujar Yayat.
Menurutnya, pengembangan teknologi tersebut merupakan prakarsa KSAD yang sebelumnya menginginkan kapasitas pengolahan lebih dari lima ton per jam. Namun, teknologi yang saat ini dikembangkan mampu mengolah hingga lima ton sampah per jam.
Selain memiliki kapasitas pengolahan yang cukup besar, teknologi tersebut juga dirancang dengan memanfaatkan oli bekas sebagai salah satu bahan bakar.
Kebutuhan oli bekas berada pada kisaran dua hingga tiga liter per jam. Sementara itu, kebutuhan air dalam proses operasional relatif besar sehingga di lokasi telah disiapkan sumur untuk mendukung pengoperasian alat.

Panas yang dihasilkan dari proses pemusnahan sampah juga dimanfaatkan untuk mendukung sistem mesin uap. Sistem tersebut digunakan untuk menggantikan kebutuhan energi listrik pada konveyor dan alat pemilah sampah.
Sementara untuk pengendalian asap, alat dilengkapi sistem dry scrubber. Sistem tersebut didukung dua tangki air berukuran besar serta tabung-tabung air pada bagian kompor yang berfungsi membantu mengurangi emisi dari proses pemusnahan sampah.
Aspek emisi menjadi salah satu bagian yang turut diperhatikan dalam pengembangan teknologi tersebut. Yayat mengatakan, uji emisi telah dilakukan oleh PT Sucofindo dengan difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung.
Berdasarkan hasil pengujian tersebut, alat pemusnah sampah dinyatakan lulus uji emisi.
“Untuk uji emisi juga sudah dilaksanakan, diuji oleh PT Sucofindo, difasilitasi oleh DLH, dan hasilnya alat ini lulus uji emisi,” katanya.
Dalam operasional sehari-hari, pemanfaatan alat tersebut kini telah melibatkan personel DLH Kota Bandung. Personel Dislitbangad melakukan pengawasan, sementara untuk perbaikan ringan, DLH telah mampu melaksanakannya secara mandiri.
Apabila terdapat kebutuhan perbaikan yang lebih besar, tim Dislitbangad akan kembali turun tangan untuk melakukan penanganan.

Kunjungan KSAD ke TPS Ciwastra menjadi momentum untuk melihat secara langsung perkembangan dan pemanfaatan teknologi yang dikembangkan atas prakarsa TNI Angkatan Darat tersebut bersama jajaran Pemkot Bandung dan DLH.
Kehadiran jajaran Pemkot Bandung dalam kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari pengawalan terhadap pemanfaatan teknologi pengolahan sampah di lapangan.

Dengan kapasitas pengolahan hingga lima ton per jam, pemanfaatan panas untuk mendukung kebutuhan energi operasional, penggunaan oli bekas sebagai salah satu bahan bakar, serta sistem pengendalian dan pengujian emisi, teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung penanganan persoalan sampah di Kota Bandung.
(red)


























