Disdagin Bandung Perkuat UMKM Naik Kelas, Bazar Murah Jaga Harga Pangan Tetap Terjangkau

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 2 September 2026 - 14:44 WIB

506 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disdagin Bandung Perkuat UMKM Naik Kelas, Bazar Murah Jaga Harga Pangan Tetap Terjangkau

Satunews.id, Kota Bandung – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung terus memperkuat berbagai program untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri lokal agar semakin berdaya saing dan mampu naik kelas. Di saat yang sama, Disdagin juga berupaya menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat melalui program Bazar Murah Utama (Bazmut).

Upaya tersebut dibahas dalam Sonata Talkshow bertajuk “Kenali Program Unggulan Disdagin Kota Bandung, Dorong UMKM dan Industri Lokal Makin Naik Kelas”, Selasa (1/9/2026). Talkshow yang merupakan siaran bersama Radio Sonata dan Radio PRFM itu menghadirkan Kepala Disdagin Kota Bandung Ronny Ahmad Nurudin serta Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung Meiwan Kartiwa.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Disdagin Kota Bandung Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, penguatan sektor perdagangan dan perindustrian menjadi bagian dari dukungan terhadap kepemimpinan Wali Kota Bandung, khususnya dalam membangun perekonomian daerah dan meningkatkan daya saing pelaku usaha.

“Kita akan membantu kepemimpinan Pak Wali Kota dalam bidang perdagangan dan perindustrian. Di bidang perdagangan, kita ingin berupaya memastikan aktivitas perdagangan di Kota Bandung ini berjalan dengan baik. Masyarakatnya, pelaku usahanya, konsumennya, kita juga menginginkan bahwa UMKM Kota Bandung ini untuk naik kelas,” ujar Ronny.

Menurut Ronny, sebagai kota kreatif, Bandung memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk lokal. Namun, potensi tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas, kapasitas produksi, legalitas, branding, hingga akses pemasaran.

“Mulai dari peningkatan kualitas produk, kemasan, legalitas, teknologinya atau kapasitas produksinya, sampai kepada ruang akses pemasaran dan kemitraan. Tentunya ini untuk mendukung Bandung bisa naik kelas atau berdaya saing tinggi,” katanya.

Ia menilai kreativitas menjadi salah satu kekuatan utama UMKM Bandung. Karena itu, pelaku usaha tidak hanya dituntut menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga mampu membangun identitas produk dan strategi pemasaran yang menarik.

“Bandung ini sebagai kota kreatif, jadi bagaimana kita agar kreatif produknya, tentunya kreatif dari brandingnya dan kreatif dari pemasarannya,” ujar Ronny.

Disdagin, kata Ronny, memberikan pembinaan kepada pelaku usaha secara bertahap, mulai dari penguatan manajemen hingga pengembangan produk.

Pembinaan tersebut mencakup pengelolaan manajerial, pemenuhan legalitas usaha, sertifikasi, peningkatan mutu produk, pengemasan, hingga penguatan kapasitas produksi.

“Dari pembinaan awal untuk kreatif produk ini, kita memberikan pembinaan kepada pelaku usaha di Kota Bandung, mulai dari pengelolaan manajerialnya, legalitasnya terutama, kemudian dari sertifikasinya, misalnya sertifikasi halal, uji mutu, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Setelah aspek produk diperkuat, pelaku UMKM kemudian didorong memperluas pasar melalui kegiatan promosi, branding, pameran, serta berbagai ruang pemasaran yang tersedia.

“Kemudian kita ajak untuk promosi brandingnya, mulai dari sampai ke pemasaran, pemasaran kita bantu juga, sampai ke brandingnya kita ikuti ke pameran-pameran,” tuturnya.

Sejumlah program telah digelar untuk membuka ruang promosi dan pemasaran bagi produk lokal, di antaranya Pasar Kreatif Bandung 2026, Festival Sentra Industri, All About Tahu & Jajanan Kota Bandung, Bandung Week Market, Bazar Murah Utama, serta Bandung Great Festival.

Bandung Great Festival 2026 juga hadir dengan konsep berbeda dibandingkan tahun sebelumnya dengan mengambil lokasi di Laswi Heritage.

Selain mendorong UMKM dan industri lokal, Disdagin juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga kelancaran perdagangan dan membantu pengendalian inflasi daerah.

Salah satu program yang dijalankan adalah Bazar Murah Utama (Bazmut) yang bertujuan mendekatkan kebutuhan pokok dengan masyarakat sekaligus memberikan pilihan harga yang lebih terjangkau.

Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung Meiwan Kartiwa mengatakan, pelaksanaan bazar kini dilakukan lebih rutin dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya itu bazar hanya setahun paling dua kali maksimal. Untuk tahun dari tahun kemarin sampai tahun ini, kita tiap tiga bulan ada namanya Bazar Murah,” ungkap Meiwan.

Menurutnya, Bazmut merupakan salah satu instrumen Disdagin dalam upaya pengendalian inflasi sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Bazar Murah ini adalah salah satu tugas kami atau program kami dari Disdagin, yaitu bagaimana kita dalam upaya pengendalian inflasi, kemudian juga membantu warga masyarakat untuk mendapatkan berbagai macam barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dan lebih mendekatkan kepada mereka,” jelasnya.

Bazmut triwulan III 2026 berlangsung pada 31 Agustus hingga 11 September 2026. Pelaksanaannya dilakukan secara langsung di wilayah masyarakat dengan pola satu hari di tiga lokasi dan tiga kecamatan.

“Jadi satu harinya di tiga lokasi, di tiga kecamatan. Ini biar lebih mendekatkan kepada warga,” kata Meiwan.

Masyarakat dapat memantau jadwal dan lokasi pelaksanaan Bazmut melalui media sosial resmi Disdagin Kota Bandung @bdg.perdaganganindustri.

Berbagai kebutuhan pokok tersedia dalam Bazmut, di antaranya beras SPHP, MinyaKita, daging sapi, daging ayam beku, bawang merah, dan bawang putih.

Meiwan menjelaskan, beras SPHP kemasan lima kilogram yang memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp62.545 ditawarkan dalam Bazmut dengan harga sekitar Rp58.000.

“Beras SPHP juga ini lumayan murah. Kalau sesuai HET di Rp62.545 per lima kilogram, kita di Bazmut dijual oleh Bulog di harga Rp58 ribu,” ujarnya.

Sementara MinyaKita dijual sekitar Rp15.500 per liter.

Untuk komoditas daging, harga daging sapi dalam Bazmut berada di kisaran Rp72.000 per 0,5 kilogram, sedangkan daging ayam beku ditawarkan sekitar Rp38.000 dengan berat berkisar 0,8 hingga 0,9 kilogram.

“Daging sapi itu kita di Bazmut di harga Rp72.000 per setengah kilo. Kemudian daging ayam ini kalau di Bazar Murah, meskipun memang daging ayamnya beku, itu dijual di Rp38.000,” jelasnya.

Komoditas bawang merah dan bawang putih juga disediakan dengan harga sekitar Rp15.000 per 0,5 kilogram.

“Bawang merah, bawang putih pun kita jual itu di Rp15 ribu per setengah kilo. Kalau di pasar kan lumayan sudah agak lebih dari Rp30 ribu,” katanya.

Meiwan mengimbau masyarakat Kota Bandung untuk tetap tenang dalam memenuhi kebutuhan pangan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Untuk warga Bandung, tetap tenang. Untuk stok pangan jangan panic buying,” pesannya.

Melalui penguatan pembinaan UMKM, perluasan akses pemasaran, serta pelaksanaan bazar kebutuhan pokok, Disdagin Kota Bandung berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan sektor usaha dan perlindungan terhadap daya beli masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong UMKM dan industri lokal semakin kompetitif sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

(red)

Berita Terkait

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?
Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna
Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rp701,28 Juta untuk Cipambuan! Dadang Darajat Launching Rehabilitasi Kantor Desa dan Dayeuh Pajajaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru