Festival Olahraga Tradisional Rancasari Hidupkan Kembali Permainan Rakyat, Ajak Anak Kurangi Ketergantungan Gawai

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 2 September 2026 - 14:39 WIB

507 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Festival Olahraga Tradisional Rancasari Hidupkan Kembali Permainan Rakyat, Ajak Anak Kurangi Ketergantungan Gawai

Satunews.id, Kota Bandung – Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, menggelar Festival Olahraga Tradisional sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan permainan rakyat kepada generasi muda, khususnya anak-anak tingkat SD/MI.

Memasuki tahun keempat pelaksanaan, festival tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk kembali mengenal berbagai permainan tradisional yang merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat Kota Bandung. Kegiatan juga menjadi sarana bagi peserta untuk berolahraga, berinteraksi, berekspresi, serta mengisi waktu luang dengan aktivitas yang positif dan menyenangkan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaksanaan festival mendapat dukungan dari sejumlah unsur terkait, di antaranya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta pimpinan DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M.

Camat Rancasari, Shinta Parmawati, mengatakan pengenalan olahraga tradisional kepada anak-anak semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan semakin dekatnya penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang utama adalah memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak, khususnya yang di sekolah dasar. Anak-anak jadi mengetahui bahwa Kota Bandung ini kaya akan permainan tradisional. Mereka juga bisa berkreasi, berekspresi, serta menghabiskan waktu luang dengan kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Menurut Shinta, permainan tradisional bukan sekadar hiburan. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, kerja sama, ketangkasan, sportivitas, serta interaksi sosial yang dapat membantu membentuk karakter anak.

Pelestarian permainan tradisional juga dinilai penting agar generasi muda tidak kehilangan pengetahuan terhadap budaya permainan rakyat yang telah berkembang di tengah masyarakat sejak dahulu.

Festival tersebut diikuti peserta dari sekitar 14 SD/MI di Kecamatan Rancasari. Sejumlah olahraga tradisional yang dipertandingkan antara lain hadangan, bakiak, balok, egrang, sumpitan, dan dagongan.

Berbagai permainan tersebut tidak hanya menuntut kemampuan fisik, tetapi juga kekompakan dan strategi. Para peserta pun mendapatkan pengalaman baru sekaligus kesempatan berinteraksi dengan siswa dari sekolah lainnya.

“Manfaatnya banyak sekali. Selain anak-anak bisa bersilaturahmi dan berkenalan dengan teman dari sekolah maupun usia yang berbeda, kegiatan ini juga bisa mempererat kebersamaan dan menambah wawasan generasi penerus tentang pentingnya permainan atau olahraga tradisional,” kata Shinta.

Melihat tingginya antusiasme peserta, Shinta berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan ke tingkat Kota Bandung. Dengan demikian, anak-anak dari berbagai kecamatan memiliki ruang yang lebih luas untuk mengenal dan memainkan olahraga tradisional.

“Mudah-mudahan ada festival tingkat kota, sehingga anak-anak bisa berekspresi bukan hanya di tingkat kecamatan, tetapi juga di tingkat Kota Bandung dan dapat diikuti oleh kecamatan-kecamatan lainnya. Saya yakin kalau diberikan permainan tradisional seperti ini, anak-anak sekarang sangat antusias,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Olahraga Tradisional Rancasari, Apep Wahid, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali olahraga tradisional agar tidak semakin tergerus perkembangan zaman.

Menurutnya, permainan rakyat juga dapat menjadi alternatif kegiatan positif bagi anak-anak sekaligus membantu mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai.

“Tujuannya untuk memeriahkan dan menghidupkan kembali olahraga tradisional. Jangan sampai olahraga tradisional tergerus zaman bahkan hilang. Sekarang kita gali lagi supaya anak-anak tingkat SD tidak banyak bermain HP,” ujarnya.

Apep menilai antusiasme peserta dan masyarakat terhadap festival cukup tinggi. Anak-anak mengikuti berbagai permainan dengan semangat dan penuh kegembiraan.

Ia menyebut konsep olahraga tradisional yang dikemas dalam bentuk permainan membuat aktivitas tersebut lebih menarik bagi anak-anak.

“Manfaatnya sangat baik untuk anak-anak sekolah karena mereka berolahraga sambil bermain. Jadi tidak hanya fokus pada olahraga, tetapi ada unsur bermainnya juga. Anak-anak bisa bersenang-senang sekaligus berprestasi di bidang olahraga,” katanya.

Melalui Festival Olahraga Tradisional Rancasari, Pemerintah Kecamatan Rancasari berharap permainan rakyat tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.

Pelestarian tersebut sekaligus menjadi upaya membangun generasi muda yang aktif, kreatif, sportif, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap kekayaan budaya daerah.

(red)

Berita Terkait

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?
Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna
Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rp701,28 Juta untuk Cipambuan! Dadang Darajat Launching Rehabilitasi Kantor Desa dan Dayeuh Pajajaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru