Farhan Tegaskan Tiga Layanan Dasar Jadi Prioritas Pemkot Bandung: Kesehatan, Pendidikan, dan Administrasi Kependudukan
Satunews.id, Kota Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa pelayanan publik harus menjadi prioritas utama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Ia meminta seluruh perangkat daerah memastikan setiap warga memperoleh hak-hak dasar secara optimal, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan.
Penegasan tersebut disampaikan Farhan saat memimpin Apel Mulai Bekerja yang dirangkaikan dengan Pelepasan Purna Tugas ASN di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (27/7/2026).

Dalam arahannya, Farhan menyebut pelayanan kesehatan sebagai prioritas utama yang tidak boleh diabaikan. Ia menekankan seluruh fasilitas kesehatan di Kota Bandung wajib memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa diskriminasi.
“Tidak boleh ada satu pun pasien yang ditolak di fasilitas kesehatan Kota Bandung. Kalau terjadi di fasilitas milik pemerintah, pimpinan akan saya beri sanksi berat. Kalau terjadi di rumah sakit swasta, izinnya akan kami evaluasi,” tegas Farhan.

Di sektor pendidikan, Farhan menegaskan seluruh anak usia sekolah harus mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa terkecuali. Menurutnya, persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) harus segera dituntaskan melalui berbagai jalur pendidikan, baik formal, nonformal, maupun program sekolah gratis.
“Tidak boleh ada satu pun anak Kota Bandung yang tidak sekolah. Semua harus mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan,” ujarnya.

Selain kesehatan dan pendidikan, Farhan menempatkan administrasi kependudukan sebagai prioritas ketiga. Ia meminta seluruh warga Kota Bandung memiliki dokumen kependudukan yang lengkap, mulai dari akta kelahiran, Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), hingga dokumen perkawinan maupun perceraian sesuai status masing-masing.
Menurutnya, kelengkapan administrasi kependudukan merupakan fondasi utama agar masyarakat dapat mengakses berbagai layanan pemerintah secara optimal.
“Kita harus memastikan seluruh 2,6 juta penduduk Kota Bandung memiliki administrasi kependudukan yang lengkap. Kota Bandung harus menjadi yang terbaik dalam pelayanan administrasi kependudukan di Jawa Barat,” katanya.
Farhan juga mengingatkan bahwa berbagai program pembangunan, seperti penataan reklame maupun penataan kabel udara, bukanlah sesuatu yang luar biasa, melainkan bagian dari kewajiban pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurutnya, ukuran keberhasilan pemerintah bukan semata-mata pada banyaknya program yang dijalankan, melainkan sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Semua itu adalah pekerjaan rutin. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari pelayanan yang kita berikan,” pungkas Farhan.
Melalui apel tersebut, Wali Kota Bandung mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan publik demi mewujudkan pemerintahan yang responsif, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
(dewi)


























