Festival Asia Afrika 2026 Usung Diplomasi Budaya dan Kopi, Bandung Siap Sambut 25 Duta Besar Negara Asia-Afrika

Satunews.id

- Redaksi

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:10 WIB

5015 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Festival Asia Afrika 2026 Usung Diplomasi Budaya dan Kopi, Bandung Siap Sambut 25 Duta Besar Negara Asia-Afrika

Satunews.id, Kota Bandung – Pemerintah Kota Bandung memastikan pelaksanaan Festival Asia Afrika (FAA) 2026 akan menjadi ajang strategis yang tidak hanya menampilkan kekayaan seni dan budaya, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya, diplomasi kopi, serta nilai-nilai inklusivitas sebagai semangat yang diwariskan Konferensi Asia Afrika.

Festival yang akan berlangsung pada 10–12 Juli 2026 tersebut diproyeksikan menjadi salah satu agenda internasional penting yang menghadirkan sekitar 25 duta besar negara-negara Asia dan Afrika, sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai kota bersejarah dalam diplomasi dunia. 

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, rangkaian kegiatan diawali pada Jumat dengan penyelenggaraan simposium lanjutan terkait proses pengusulan Kawasan Jalan Asia Afrika sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Menurut Farhan, saat ini Pemerintah Kota Bandung tengah menuntaskan berbagai dokumen persyaratan yang akan disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan pada September 2026 sebelum diteruskan kepada UNESCO.

“Prosesnya memang tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Saat ini kami sedang menyiapkan seluruh dokumen agar Jalan Asia Afrika dapat didaftarkan sebagai Warisan Dunia UNESCO,” ujar Farhan.

Pada Jumat malam, Pemerintah Kota Bandung juga akan menggelar jamuan makan malam resmi bersama para duta besar negara Asia-Afrika. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ajang diplomasi kopi, dengan memperkenalkan berbagai kopi unggulan khas Bandung Raya kepada para tamu internasional.

Salah satu kopi legendaris yang dipastikan hadir adalah Kopi Aroma, bersama sejumlah pelaku usaha kopi lokal lainnya yang akan menampilkan kekayaan cita rasa kopi dari Bandung Raya sebagai bagian dari promosi ekonomi kreatif daerah.

Sementara itu, pada Sabtu (11/7/2026) pagi, kegiatan akan diawali dengan History Walk, yakni perjalanan sejarah dari Hotel Savoy Homann menuju Gedung Merdeka, lokasi bersejarah penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika tahun 1955.

Sebelum pawai budaya dimulai, peserta akan mendapatkan pemaparan mengenai pentingnya inklusivitas yang akan disampaikan oleh aktivis disabilitas dan lansia, Farhan Helmy.

Menurut Farhan, penyampaian materi tersebut menjadi simbol bahwa semangat Konferensi Asia Afrika tidak hanya berbicara mengenai solidaritas antarbangsa, tetapi juga tentang kesetaraan dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

“Semangat yang ingin kami hadirkan adalah bahwa Asia Afrika juga berbicara mengenai inklusivitas,” katanya.

Festival kemudian akan berlanjut dengan berbagai kegiatan, mulai dari pawai budaya, pertunjukan seni, bazar UMKM, seminar internasional, hingga presentasi dari Duta Besar Palestina untuk Indonesia yang dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (12/7/2026).

Sekitar 30 peserta akan ambil bagian dalam pawai budaya yang dimulai pukul 08.00 WIB, termasuk delegasi seni dari Malaysia yang tidak hanya menampilkan pertunjukan budaya, tetapi juga menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung.

Meskipun penyelenggaraan Festival Asia Afrika tahun ini dilakukan dengan konsep yang lebih sederhana sebagai bagian dari efisiensi anggaran, Farhan memastikan kualitas kegiatan tetap terjaga melalui keterlibatan para seniman, komunitas budaya, serta pelaku kreatif lokal.

“Yang terpenting adalah semangat Festival Asia Afrika tetap hidup. Pengisi acaranya lebih banyak melibatkan anak-anak Bandung,” pungkasnya.

Melalui penyelenggaraan Festival Asia Afrika 2026, Pemerintah Kota Bandung berharap dapat memperkuat citra Bandung sebagai kota diplomasi dunia, sekaligus mendorong sektor pariwisata, ekonomi kreatif, investasi, dan pelestarian sejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia.

(drj)

Berita Terkait

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?
Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna
Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rp701,28 Juta untuk Cipambuan! Dadang Darajat Launching Rehabilitasi Kantor Desa dan Dayeuh Pajajaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru