Ribuan Warga Padati Semarak Budaya 2026 di Sasak Panjang, Warisan Leluhur Bojong Gede dan Tajur Halang Kembali Bergema
Bogor, Satunews.id – Semangat pelestarian budaya lokal kembali bergelora di Kabupaten Bogor. Ribuan warga dari Kecamatan Bojong Gede dan Tajur Halang memadati kawasan Sasak Panjang pada Minggu (5/7/2026) untuk menghadiri Semarak Budaya 2026, sebuah perhelatan budaya yang menyatukan seni, tradisi, dan semangat kebersamaan dalam balutan kearifan lokal.

Sejak pukul 10.00 WIB, kawasan acara dipenuhi masyarakat yang antusias menyaksikan beragam pertunjukan seni tradisional. Tepuk tangan dan sorak kagum menggema saat Puri Sanggar Bojong Gede menampilkan Tari Jaipong yang memukau. Suasana semakin semarak ketika para pendekar mempertunjukkan atraksi Silat Beksi, seni bela diri khas Betawi yang berkembang di wilayah Bojong Gede.
Penampilan Bang Toyib, pesilat asal RW 013 Sasak Panjang, turut menjadi pusat perhatian. Aksi yang ditampilkan berhasil memikat ribuan penonton dan menambah semarak rangkaian kegiatan.

Tak hanya menyuguhkan hiburan, Semarak Budaya 2026 juga menghadirkan ruang edukasi melalui diskusi budaya. Dalam sesi tersebut, pelestari budaya Kabupaten Bogor Ki Dewo mengulas sejarah Bojong Gede dan Tajur Halang, sekaligus mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal dan mencintai warisan budaya daerah.
“Kegiatan ini bertujuan melestarikan budaya lokal, mempererat persaudaraan masyarakat, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya daerah agar estafet pelestarian budaya tidak pernah terputus,” ujar Ki Dewo.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai bentuk komitmen dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Nusantara di tengah pesatnya perkembangan zaman.
Di bawah kepemimpinan Ketua Panitia H. Ali Suman Harahap, seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, meriah, dan penuh nuansa kekeluargaan. Antusiasme masyarakat yang memadati lokasi menjadi bukti bahwa budaya tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh budaya dan tokoh masyarakat, di antaranya Ki Dennys selaku pemerhati budaya, Ki Salman sebagai sesepuh, Ki Jae selaku tokoh budaya, para tokoh persilatan, Ketua RW 013 Mulyadi, jajaran Karang Taruna, para pelaku seni budaya, serta masyarakat dari Bojong Gede dan Tajur Halang.

Menutup rangkaian acara, Ketua Panitia H. Ali Suman Harahap menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Semarak Budaya 2026.
“Kami berharap Semarak Budaya tidak berhenti sampai di sini. Kegiatan ini harus menjadi agenda rutin agar budaya lokal tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan dukungan Kementerian Kebudayaan dan seluruh elemen masyarakat, kami optimistis warisan leluhur akan terus lestari,” ungkapnya.
Semarak Budaya 2026 menjadi lebih dari sekadar panggung hiburan. Kegiatan ini menjadi simbol kebangkitan budaya lokal sekaligus memperkuat identitas masyarakat di tengah derasnya arus modernisasi. Melalui kolaborasi antara pemerintah, tokoh budaya, dan masyarakat, semangat melestarikan warisan leluhur diharapkan terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.
(Aminah/Tim)


























