Pengajian Rutin Muslimat dan Fatayat NU Bugul Kidul Dihadiri 450 Jamaah, 21 Anak Yatim Terima Santunan
Satunews.id, Pasuruan – Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Bugul Kidul bersama Fatayat NU menggelar kegiatan pengajian rutin sekaligus santunan kepada 21 anak yatim. Kegiatan yang dihadiri sekitar 450 jamaah tersebut berlangsung di Jalan Trunojoyo RT 04 RW 01, Kelurahan Tapaan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (7/7/2026).
Acara diawali dengan penampilan grup qasidah yang menghibur para jamaah, dilanjutkan pembacaan sholawat, Surah Yasin, serta sambutan dari Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Bugul Kidul.
Pada kesempatan tersebut, panitia menyerahkan santunan kepada 21 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan wujud nyata semangat berbagi kepada sesama.
Panitia berharap santunan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan para anak yatim serta menjadi penyemangat bagi mereka dalam menjalani kehidupan dan meraih masa depan yang lebih baik.
“Semoga amal kebaikan para donatur dibalas oleh Allah SWT, diberikan keberkahan rezeki, kemudahan dalam segala urusan, serta senantiasa dianugerahi kesehatan,” ungkap panitia dalam kegiatan tersebut.

Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan tampak mewarnai jalannya acara. Kekompakan para anggota Muslimat dan Fatayat NU dalam mempersiapkan hingga menyukseskan kegiatan menciptakan suasana yang tertib, hangat, serta penuh rasa empati.
Puncak kegiatan diisi dengan mauidhah hasanah yang disampaikan oleh Ibu Nyai Hj. Nurul Abidah. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pentingnya kepedulian terhadap fakir miskin, keutamaan bersedekah, serta besarnya pahala menyantuni anak yatim.
Beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan menjadikan kepedulian sosial sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Panitia berharap kegiatan pengajian rutin yang dipadukan dengan santunan anak yatim ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahunnya sebagai bentuk penguatan ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat sebagai penanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan.
(M. Yahya)


























