Merawat yang Terlantar, Mengembalikan Harapan di Rumah Singgah Dinsos Bandung

Satunews.id

- Redaksi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:23 WIB

507 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merawat yang Terlantar, Mengembalikan Harapan di Rumah Singgah Dinsos Bandung

Satunews.id, Kota Bandung – “Terima kasih sudah menganggap saya manusia.” Kalimat itu masih diingat Cici Feby Retnowati, Koordinator Care Giver UPTD Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung. Kalimat itu ditulis klien (sebutan penghuni) bernama Bahtiar di dinding rumah singgah.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Cici, itu menjadi kenangan paling membekas selama bekerja sejak 2019.

Bahtiar kala itu berusia 31 tahun. Tiga kali gagal menikah membuat kondisi psikologisnya menurun. Setelah dirawat di rumah sakit, ia ditolak keluarganya dan dibawa ke Rumah Singgah.

“Dia bilang, ‘Saya orang gila, Bu. Ibu jangan berteman dengan saya.’ Saya bilang, enggak ada yang bilang Bapak orang gila, Bapak cuma sedang sakit,” tutur Cici.

Pendekatan itu membuat Bahtiar perlahan membuka diri. Ia dilibatkan dalam kegiatan dan mendapat kesempatan pelatihan bengkel motor selama tiga bulan. Sepulangnya, ia datang dengan penuh semangat membawa sertifikat.

“Bu, saya sudah lulus. Nilainya B,” kenang Cici.

Cici mendorongnya pulang saat Lebaran dengan membawa sertifikat itu. Namun tiga hari kemudian Bahtiar kembali dalam kondisi depresi, tidak mau makan, mandi, hingga buang air di tempat tidur. Ia hanya mau dirawat oleh Cici.

“Sekarang mandi dulu. Harus sehat dulu,” kata Cici kala itu.

Keesokan harinya, Bahtiar meninggal dunia, meninggalkan tulisan terima kasih untuk petugas yang merawatnya.

Cici bersama 11 Care Giver lainnya mendampingi klien dari bangun hingga tidur: makan, mandi, buang air, ganti pakaian, minum obat, hingga pendampingan ke fasilitas kesehatan.

“Kita mendampingi dari bangun sampai tidur. Mulai dari makan, mandi, buang air, ganti pakaian, minum obat, sampai kalau ada yang harus ke fasilitas kesehatan, kita dampingi,” ujar Cici di Gedung UPTD Rumah Singgah Dinsos Kota Bandung, Rabu (7/10/2026).

Ia menangani klien dengan tingkat ketergantungan berbeda, dari mandiri hingga yang sepenuhnya bergantung. Menurutnya, banyak penghuni datang bukan hanya dengan masalah fisik, tetapi luka psikologis karena merasa ditolak dan dianggap “orang buangan”.

“Kita tidak boleh membuat mereka merasa lebih rendah. Kita anggap mereka sama seperti kita. Cara komunikasinya juga kita sesuaikan,” katanya.

Jika Care Giver mendampingi harian, pekerja sosial melihat persoalan secara lebih luas.

Irfan Ahmad Nugraha, Pekerja Sosial UPTD Rumah Singgah sejak Januari 2016, menjelaskan setiap klien melalui proses asesmen: siapa orangnya, apa masalahnya, kondisi keluarga, dan layanan yang paling tepat.

Klien datang melalui berbagai jalur: datang sendiri, penjangkauan, laporan masyarakat, rujukan pemerintah, rumah sakit, kepolisian, hingga kewilayahan. Setelah asesmen, mereka mendapat penjelasan hak-kewajiban, intervensi, hingga rujukan atau terminasi.

Jika terkait kesehatan, berkoordinasi dengan faskes. Jika tanpa identitas, koordinasi dengan Disdukcapil melalui data biometrik untuk menelusuri asal-usul dan keluarga. Jika keluarga menolak, dilakukan edukasi terlebih dahulu.

“Kalau keluarga menolak, kita edukasi dulu. Kita jelaskan pentingnya keluarga dalam proses pemulihan. Kalau memang sudah tidak memungkinkan, baru kita cari alternatif rujukan ke panti atau sentra,” kata Irfan.

Kepala UPTD Rumah Singgah Dinsos Kota Bandung, Handiyan menjelaskan, UPTD Rumah Singgah merupakan tempat penanganan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) terlantar sebelum dirujuk ke sistem layanan yang sesuai.

Layanan yang diberikan adalah rehabilitasi sosial dasar: makan, pakaian, tempat tidur, konseling, asesmen, pemeriksaan kesehatan, bimbingan fisik, mental, spiritual, hingga pengantaran saat dirujuk.

Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, UPTD Rumah Singgah telah menangani 1.062 klien dengan rata-rata lama tinggal sekitar 23 hari. Idealnya tidak lama, namun sebagian harus tinggal lebih panjang karena belum tersedia rujukan yang tepat atau keluarga belum bisa menerima.

“Tujuan akhir rehabilitasi sosial bukan membuat seseorang terus berada di Rumah Singgah, melainkan mengembalikan mereka agar dapat diterima dan kembali di tengah keluarga dan masyarakat,” ujar Handiyan.

(**)

Berita Terkait

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?
Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna
Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga
PJI Sulsel Desak Kapolri Periksa Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal di Seba-Seba

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Lapas Kelas I Palembang Laksanakan Rekredensialing Klinik Pratama Bersama BPJS Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru