Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir, Pemkot Bandung Bangun Dua Rumah Pompa dan 3,9 Kilometer Drainase Baru

Satunews.id

- Redaksi

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:04 WIB

505 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir, Pemkot Bandung Bangun Dua Rumah Pompa dan 3,9 Kilometer Drainase Baru

Satunews.id, Kota Bandung – Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung terus memperkuat infrastruktur pengendali banjir untuk mengurangi risiko genangan saat musim hujan.

Sepanjang 2026, sejumlah pekerjaan dilakukan mulai dari pembangunan rumah pompa, kolam retensi, hingga drainase baru di sejumlah titik.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala DSDABM Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi mengatakan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan mengendalikan limpasan air hujan.

“Persiapan menghadapi musim hujan itu bukan berarti sekarang baru kita lakukan. Selama musim kemarau, dari awal tahun, pekerjaan kita memang diarahkan untuk menormalisasi drainase, membangun kolam retensi, membuat sumur imbuhan dalam, sumur biopori, dan berbagai upaya lainnya,” ujar Rizki di Balai Kota Bandung, Senin (12/10/2026).

Salah satu pekerjaan prioritas 2026 adalah pembangunan dua rumah pompa di Cipamokolan dan Rancabolang. Masing-masing lokasi dilengkapi dua mesin pompa dengan kapasitas 150 liter per detik per pompa.

Dengan demikian, setiap rumah pompa memiliki kemampuan pemompaan hingga 300 liter per detik jika kedua mesin beroperasi bersamaan. Fasilitas ini diharapkan mempercepat surutnya genangan, terutama saat air tidak dapat dialirkan secara gravitasi.

“Rumah pompa kita bangun karena volume air yang berlimpah itu tidak bisa dialirkan secara alami. Jadi, air dibantu dengan mesin pompa untuk dialirkan ke drainase atau sungai sehingga genangan bisa lebih cepat surut,” jelasnya.

Selain rumah pompa, DSDABM juga membangun drainase baru sepanjang 3,9 kilometer selama 2026. Pembangunan dilakukan di antaranya di Jalan Ibrahim Adjie dan kawasan Antapani untuk mendukung kelancaran aliran air.

Pemkot Bandung juga membangun dua kolam retensi baru di kawasan Sanggar Hurip dan Ciporeat. Infrastruktur ini berfungsi menampung sementara limpasan air hujan sehingga tidak langsung membebani saluran drainase.

Rizki menyebut, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur. Kondisi geografis Kota Bandung yang berbentuk cekungan serta kepadatan penduduk menjadi tantangan tersendiri.

“Yang paling rawan itu kawasan padat. Kota Bandung secara geografis berbentuk seperti mangkuk, sehingga air dari kawasan yang lebih tinggi akan mengalir ke sini. Karena itu, bagaimana kita mengalirkan, meresapkan, atau menahan limpasan air menjadi hal yang penting,” tuturnya.

Upaya pengendalian limpasan juga dilakukan melalui pembangunan sumur imbuhan dalam. Hingga Oktober 2026, tercatat sekitar 1.300 unit sumur imbuhan dalam telah dibangun di berbagai lokasi. Sumur biopori dan penanaman pohon di lahan kritis turut menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya serap tanah.

Rizki mengimbau seluruh langkah tersebut perlu didukung kesadaran masyarakat menjaga kebersihan saluran air, karena sampah rumah tangga masih sering ditemukan saat normalisasi drainase dan sungai.

“Kita sama-sama menjaga Kota Bandung. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai maupun drainase, memilah sampah dengan baik, serta menyiapkan tempat sampah tersendiri,” pungkasnya.

(**)

Berita Terkait

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?
Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna
Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga
PJI Sulsel Desak Kapolri Periksa Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal di Seba-Seba

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Lapas Kelas I Palembang Laksanakan Rekredensialing Klinik Pratama Bersama BPJS Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru