Rembug Stunting Leuwinutug: Cegah Stunting Sejak Dini, Pemdes Perkuat Sinergi dan Kepedulian

Satunews.id

- Redaksi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:52 WIB

507 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rembug Stunting Leuwinutug: Cegah Stunting Sejak Dini, Pemdes Perkuat Sinergi dan Kepedulian

Satunews.id, Bogor – Pemerintah Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor memperkuat komitmen pencegahan dan penanganan stunting melalui kegiatan Rembug Stunting. Forum ini menjadi langkah strategis untuk menyatukan peran pemerintah desa, lembaga desa, kader kesehatan dan masyarakat dalam melindungi kesehatan ibu serta tumbuh kembang anak sejak dini.

Kegiatan dihadiri Sekretaris Desa Leuwinutug Faisal yang mewakili Kepala Desa Deden Saepul Hamdi, S.IP., perwakilan Kecamatan Citeureup, Ketua TP-PKK Desa Leuwinutug M. Susilawati Hamdi, Ketua BPD Lukman Nul Hakim, kader Posyandu, kader PKK serta Tim Kesehatan Desa Leuwinutug.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rembug Stunting bukan sekadar musyawarah, melainkan ruang untuk mengidentifikasi persoalan, menyelaraskan program dan merumuskan langkah pencegahan yang tepat sasaran. Pembahasan mencakup pemenuhan gizi ibu hamil, pemantauan pertumbuhan balita, peningkatan pelayanan kesehatan, serta edukasi keluarga mengenai pola asuh dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Sekretaris Desa Leuwinutug, Faisal, mewakili Kepala Desa Deden Saepul Hamdi menegaskan bahwa pencegahan stunting membutuhkan komitmen bersama.

“Melalui Rembug Stunting ini, kami berharap seluruh unsur dapat memperkuat sinergi dalam pencegahan dan penanganan stunting. Keterlibatan keluarga, kader kesehatan dan masyarakat sangat penting agar upaya yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemdes berkomitmen mendukung program peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, terutama bagi ibu hamil dan balita. Upaya tersebut harus berkelanjutan disertai pemantauan dan edukasi agar kesadaran masyarakat meningkat.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Desa Leuwinutug, M. Susilawati Hamdi menekankan bahwa keluarga memegang peranan penting dalam mencegah stunting sejak dini.

“Pencegahan stunting harus dimulai dari lingkungan keluarga. Kami berharap para orang tua semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi anak, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta rutin memantau pertumbuhan dan perkembangan balita,” ungkapnya.

Ketua BPD Desa Leuwinutug, Lukman Nul Hakim menegaskan pentingnya koordinasi antar lembaga desa agar program pencegahan stunting dapat direncanakan secara terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, hasil Rembug Stunting perlu menjadi perhatian dalam penyusunan program dan perencanaan pembangunan desa, sehingga tidak berhenti pada kesepakatan tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah nyata.

Pencegahan stunting membutuhkan lebih dari sekadar sosialisasi. Konsistensi pelayanan kesehatan, keterlibatan aktif keluarga, pendampingan kader serta dukungan program desa menjadi faktor penting untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh sehat dan optimal.

Melalui Rembug Stunting ini, Pemdes Leuwinutug berharap terbangun koordinasi yang semakin kuat antara pemerintah desa, BPD, TP-PKK, kader Posyandu, tenaga kesehatan dan seluruh unsur masyarakat.

Komitmen tersebut diharapkan menjadi landasan bagi langkah pencegahan berkelanjutan, sekaligus mendorong lahirnya generasi Leuwinutug yang sehat, cerdas dan berkualitas.

Sebab, mencegah stunting sejak dini bukan hanya tentang kesehatan anak hari ini, melainkan investasi bagi kualitas sumber daya manusia dan masa depan desa.

Penulis: Aminah

Berita Terkait

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?
Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna
Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga
PJI Sulsel Desak Kapolri Periksa Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal di Seba-Seba

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Lapas Kelas I Palembang Laksanakan Rekredensialing Klinik Pratama Bersama BPJS Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru