Rehabilitasi SMPN 19 Lebong Dioptimistis Tuntas Sesuai Rencana
Satunews.id, Lebong – Rehabilitasi sejumlah fasilitas di SMP Negeri 19 Lebong mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah dan Panitia Pembangunan dan Pemeliharaan Sarana Prasarana (P2SP). Kedua belah pihak optimistis pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana dan tepat mutu.
Kepala SMPN 19 Lebong, Bu Yospi, mengatakan rehabilitasi ini merupakan hasil pengajuan pihak sekolah setelah melalui proses survei dan penilaian kelayakan. Sejumlah fasilitas memang sudah rusak dan butuh perbaikan segera.
“Setelah disurvei dan dinilai layak mendapatkan bantuan, akhirnya rehabilitasi ini bisa dilaksanakan,” ujar Yospi.
Adapun rehabilitasi meliputi empat ruang kelas, laboratorium IPA, ruang UKS, ruang administrasi, serta penataan lingkungan sekolah berupa pembangunan gapura. Total anggaran untuk keseluruhan pekerjaan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp900 juta.

Ketua P2SP, Harmen Effendi, menyebut komunikasi dan kolaborasi dengan pihak sekolah sejauh ini berjalan baik. Ia berharap sinergi tersebut terus dijaga agar pekerjaan sesuai dengan gambar kerja dan arahan konsultan.
Ia juga menekankan pentingnya kualitas pengerjaan dan penggunaan material sesuai standar, termasuk Standar Nasional Indonesia (SNI), agar bangunan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Kami berharap pekerjaan mengikuti gambar dan arahan konsultan serta tetap mengutamakan kualitas,” kata Harmen yang akrab disapa Fendi.

Bu Yospi menilai, perbaikan sarana prasarana akan berdampak langsung pada kenyamanan dan semangat belajar siswa serta mengajar guru. Saat ini SMPN 19 Lebong memiliki 102 siswa.
Pihaknya berharap, dengan gedung yang lebih layak, kepercayaan masyarakat meningkat sehingga dapat menarik lebih banyak peserta didik baru pada tahun ajaran mendatang.
Tidak hanya pembangunan fisik, Bu Yospi juga mendorong pembenahan sumber daya manusia, mulai dari kedisiplinan guru hingga peningkatan kualitas pembelajaran.
Ia menyebut SMPN 19 Lebong sebelumnya berhasil meraih juara II Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Bengkulu.
“Dukungan dan pengawasan dari P2SP sangat membantu kelancaran proses pembangunan, sehingga pekerjaan dapat berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Bu Yospi.
“Terima kasih kepada Ketua P2SP dan seluruh anggotanya yang senantiasa bekerja sama dengan kami. Kami saling melengkapi, saling mengawasi, demi satu tujuan: terwujudnya gedung sekolah yang layak, aman, dan bermartabat,” sambungnya.
Ia menambahkan, setelah rehabilitasi selesai, pihaknya optimistis prestasi siswa akan terus meningkat.
“Setelah rehabilitasi selesai, kami optimistis anak-anak lebih semangat belajar, guru juga lebih semangat mengajar. Mudah-mudahan prestasi-prestasi lainnya menyusul,” pungkasnya.
(ek*)


























