Bandung World Cinema 2026 Perkuat Ekosistem Perfilman dan Ekonomi Kreatif

Satunews.id

- Redaksi

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:55 WIB

506 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung World Cinema 2026 Perkuat Ekosistem Perfilman dan Ekonomi Kreatif

Satunews.id, Kota Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut positif pelaksanaan Pekan Kreatif Bandung melalui Bandung World Cinema (BWC) 2026 yang digelar di Pendopo Kota Bandung, Senin (5/10/2026). Festival tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Farhan mengatakan, Bandung World Cinema 2026 merupakan hasil gagasan dan pembicaraan yang telah dirintis sejak sekitar satu tahun lalu bersama Pidi Baiq. Setelah melalui berbagai pembahasan dan penjajakan, festival film tersebut akhirnya dapat diwujudkan pada 2026 melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Ini sebuah hasil obrolan dari Ayah Pidi Baiq setahun yang lalu. Kita sempat keliling-keliling mencari berbagai macam alternatif dan akhirnya di tahun 2026 ini bisa terwujud berkat kolaborasi antara Falcon bersama dengan Panas Dalam,” ujar Farhan.

Menurutnya, Pemerintah Kota Bandung memiliki peran untuk memastikan ekosistem perfilman di Kota Bandung dapat tumbuh dan berjalan dengan baik. Ekosistem tersebut tidak hanya berbicara mengenai penyelenggaraan festival, tetapi mencakup keberadaan pelaku industri, infrastruktur, suprastruktur, serta dukungan masyarakat.

“Pelakunya sudah ada. Pemerintah kota ini regulator saja, enggak usah jadi pelaku. Selanjutnya infrastruktur, suprastruktur, dan yang terakhir tentunya adalah masyarakat,” katanya.

Farhan berharap, kehadiran Bandung World Cinema 2026 dapat semakin memperkuat ekosistem perfilman yang selama ini telah berkembang di Kota Bandung. Festival film juga diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh hiburan sekaligus membuka wawasan melalui karya-karya perfilman dari berbagai negara.

Ia menilai tingginya apresiasi masyarakat Bandung terhadap film merupakan modal penting dalam membangun industri perfilman yang berkelanjutan.

“Ketika adanya BWC 2026, ini bukan hanya untuk mendapatkan hiburan atau menjadi jendela kita melihat dunia, tetapi juga untuk memastikan bahwa level of appreciation warga Bandung terhadap film masih sangat tinggi,” ujarnya.

Selain aspek budaya dan hiburan, Farhan menekankan bahwa industri film memiliki potensi ekonomi yang besar, khususnya dalam menciptakan lapangan pekerjaan di sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, produksi sebuah film melibatkan banyak tenaga kerja dari berbagai bidang sehingga dampak ekonominya dapat dirasakan secara luas.

“Kalau kita mulai dari sisi ekonomi, yang paling penting adalah penyediaan lapangan pekerjaan dari sektor industri kreatif subsektor film. Kita tahu daya serapnya cukup tinggi. Satu film enggak mungkin pekerjanya cuma berbelas-belas, bisa berpuluh dan dampaknya bisa beratusan orang mendapatkan pekerjaan,” tutur Farhan.

Sementara itu, Steering Committee Bandung World Cinema 2026, Pidi Baiq, mengatakan penyelenggaraan festival ini diharapkan dapat menambah pilihan festival film di Kota Bandung. Menurutnya, Bandung memiliki sejarah dan ekosistem yang kuat dalam perkembangan seni dan perfilman sehingga kehadiran BWC diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku industri. Bandung World Cinema 2026 juga menjadi ruang bagi para sineas muda untuk berkembang.

Executive Director BWC 2026, Federica, menyebutkan rangkaian kegiatan tidak hanya menghadirkan film-film internasional, tetapi juga memberikan ruang bagi film pendek karya pembuat film dari Bandung.

Dalam penyelenggaraannya, terdapat film yang ditayangkan melalui jaringan bioskop CGV serta secara daring. Selain itu, terdapat sejumlah film pendek, termasuk tiga karya filmmaker Bandung yang masuk dalam rangkaian program BWC 2026.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses regenerasi pembuat film di Kota Bandung. Karya film pendek yang dihasilkan para sineas muda juga diarahkan untuk menjadi pijakan menuju produksi film dengan format yang lebih panjang.

“Memang kita ingin ada regenerasi-regenerasi filmmaker dari generasi sekarang menjadi generasi yang bisa bikin film panjang,” ujar Federica.

Pada kesempatan yang sama, Content Acquisition and Distribution Head CGV, Adhizeza Nandra, berharap penyelenggaraan Bandung World Cinema dapat mendorong semakin banyak masyarakat menikmati film berkualitas sekaligus membuka peluang bagi pengembangan jaringan bioskop di Kota Bandung.

BWC 2026 juga diharapkan tidak hanya diukur dari jumlah penonton. Federica menyebut, antusiasme masyarakat, ulasan, euforia, serta keterlibatan komunitas menjadi indikator penting keberhasilan penyelenggaraan festival pada edisi perdana ini.

Selain pemutaran film, rangkaian kegiatan juga menghadirkan program talk show dan sesi In Conversation With yang mempertemukan pelaku industri dengan masyarakat dan komunitas perfilman.

Melalui Bandung World Cinema 2026, Pemerintah Kota Bandung berharap industri perfilman semakin berkembang, melahirkan talenta-talenta baru, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif dan penciptaan lapangan kerja di Kota Bandung.

(**)

Berita Terkait

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?
Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna
Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga
PJI Sulsel Desak Kapolri Periksa Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal di Seba-Seba

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Lapas Kelas I Palembang Laksanakan Rekredensialing Klinik Pratama Bersama BPJS Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru