Pangersa Pastikan 1.832 Keluarga Rentan di Bandung Dapat Pangan Bergizi
Satunews.id, Bandung – Pemerintah Kota Bandung memastikan 1.832 keluarga rentan mendapat akses pangan bergizi melalui Program Pangan untuk Daerah Rentan Rawan Pangan dan Stunting (Pangersa) Tahun 2026.
Program yang dijalankan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung ini menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam menjamin pangan yang cukup, bergizi, aman dan terjangkau bagi kelompok rentan.
“Program ini juga menjadi bagian dari upaya untuk mengurangi angka kemiskinan, penanganan kerawanan pangan, dan pencegahan stunting,” ujar Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, Selasa (29/9/2026).
Pada 2026, Pangersa menyasar 1.232 Keluarga Rentan Rawan Pangan (KRP) dan 600 Keluarga Risiko Stunting (KRS).
Penerima KRP berasal dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1-4 dengan prioritas yang belum menerima PKH maupun BPNT/sembako. Sementara KRS ditentukan berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung.
“Penetapan penerima dilakukan secara terarah dan berbasis data yang kemudian dilakukan verifikasi dan validasi oleh kewilayahan agar bantuan tepat sasaran,” kata Gin Gin.
Wilayah intervensi juga ditentukan melalui Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Kota Bandung, dengan prioritas wilayah sangat rentan, rentan dan agak rentan.
Setiap penerima mendapat paket pangan sumber karbohidrat dan protein hewani berupa beras 5 kg, ikan lele 1 kg atau 6-8 ekor, 1 ekor ayam 0,9-1 kg, dan 15 butir telur atau 1 kg. Untuk KRS ditambah sayuran untuk pemenuhan gizi yang lebih beragam.
Gin Gin memastikan seluruh bahan pangan sudah melalui pemeriksaan keamanan dan kelayakan sebelum disalurkan.
Penyaluran untuk 600 KRS telah dilakukan dua tahap, yakni 8-9 September dan 18 serta 24 September 2026 di delapan kelurahan. Selanjutnya, penyaluran untuk 1.232 KRP di delapan kelurahan pada enam kecamatan akan dilakukan awal dan pertengahan Oktober 2026.
Hingga 25 September 2026, realisasi Pangersa mencapai 32,75 persen atau 600 penerima dari total 1.832 target.
Gin Gin menegaskan Pangersa bersifat stimulan dan edukatif. Tidak hanya bantuan pangan jangka pendek, tapi juga edukasi pola konsumsi Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA).
“Pemerintah memastikan kelompok rentan mendapatkan pangan yang cukup, bergizi, aman, dan terjangkau,” pungkasnya.
(**)


























