Kota Bandung Satukan Pelajar dan Pemuka Agama dalam Pentas PAI SMP se-Jawa Barat
Satunews.id, Kota Bandung – Kota Bandung siap menjadi tuan rumah Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) jenjang SMP tingkat Provinsi Jawa Barat 2026. Kegiatan akan digelar di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada 25-26 September 2026.
Sebanyak 378 peserta, 216 pembina dan 42 juri dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat dipastikan berpartisipasi pada ajang tahunan ini.
Cabang lomba yang dipertandingkan meliputi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Lomba Dai Cilik, Lomba Praktik Adzan, Lomba Kaligrafi Islami, Lomba Cerdas Cermat PAI, Lomba Seni Qasidah Rebana dan Lomba Praktik Salat Berjamaah.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan, Kota Bandung terpilih sebagai tuan rumah dengan mengusung tema “Menggali Talenta Islami, Mewujudkan Generasi Berkarakter dan Berprestasi”.
“Selain untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia peserta didik, Pentas PAI ini juga menjadi ajang silaturahmi untuk seluruh Ketua MUI, pimpinan pesantren, LPTQ, organisasi Islam serta tokoh agama se-Jabar,” kata Farhan, Rabu (24/9/2026).
Farhan menyebut, Pentas PAI bertujuan untuk mengembangkan bakat, kreativitas dan prestasi di bidang PAI dengan semangat sportivitas peserta didik se-Jabar.
“Sebagai tuan rumah kami siap dan akan menggelar acara tahunan ini agar berjalan lancar. Tentunya kafilah Kota Bandung yang merupakan siswa-siswi SMP juga sudah siap berjuang memberikan penampilan terbaik dan mempertahankan juara umum tingkat Jawa Barat,” ujarnya.
Ia berharap pelaksanaan Pentas PAI 2026 berjalan lancar dan seluruh peserta sehat serta bahagia selama mengikuti perlombaan di Kota Bandung.
“Walaupun juara bukanlah yang utama, tapi kita wajib berikhtiar memberikan yang terbaik untuk diri sendiri, sekolah dan Kota Bandung. Semangat dan selamat berjuang mengikuti Pentas PAI tingkat Provinsi,” ungkapnya.
Farhan meyakini, dengan pendekatan agama yang benar sejak dini, mampu menghantarkan anak-anak menjadi remaja dan manusia dewasa yang amanah.
(**)


























