10 Pohon Mahoni Ditanam Kembali di Jalan Riau, Pemkot Bandung Pulihkan Ruang Publik
Satunews.id, Kota Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai melakukan rehabilitasi ruang publik di Jalan L.L.R.E. Martadinata atau Jalan Riau dengan menanam kembali 10 pohon mahoni. Penanaman ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memulihkan kawasan setelah sebelumnya terdapat pohon yang ditebang tanpa izin.
Penanaman dilakukan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung pada Rabu, 2 September 2026. Sebanyak 10 pohon mahoni berusia sekitar 5–6 tahun dengan tinggi rata-rata lebih dari lima meter ditanam di lokasi tersebut.

Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi Kota DPKP Kota Bandung, Nana Kurniawan, mengatakan seluruh pohon telah selesai ditanam dan selanjutnya memasuki tahap pemeliharaan serta pemantauan secara intensif.
“Alhamdulillah hari ini kita menanam 10 pohon, sudah tertanam dan selesai. Jenisnya pohon mahoni dengan perkiraan usia 5 sampai 6 tahun,” ujar Nana.
Sebelum ditanam, setiap pohon terlebih dahulu mendapatkan perawatan pada bagian akar untuk mengantisipasi serangan hama dan jamur. DPKP juga memasang penguat akar untuk membantu pohon beradaptasi dengan lingkungan barunya.
“Kita treatment dulu akarnya untuk mengantisipasi hama dan jamur. Setelah ditanam juga dipasang penguat akar sebagai bagian dari pemeliharaan pascapenanaman,” katanya.
Menurut Nana, keberadaan pohon yang telah ditanam akan terus dipantau oleh petugas DPKP guna memastikan pertumbuhan dan kondisi kesehatan pohon.
Ia mengatakan, tingkat keberhasilan pertumbuhan pohon tidak dapat dijamin sepenuhnya karena terdapat kemungkinan pohon mengalami gagal tumbuh. Namun, DPKP memastikan pohon yang mati akan segera diganti.
“Kita tidak bisa menjanjikan tingkat keberhasilannya seratus persen, karena kemungkinan gagal tumbuh tetap ada. Tapi kalau ada yang mati, akan kita ganti dengan yang baru,” ungkapnya.
Untuk menjaga keberlangsungan pohon di berbagai kawasan Kota Bandung, DPKP memiliki sistem monitoring yang dilakukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) bersama petugas sektor.
Pemantauan tidak hanya ditujukan untuk mengetahui kondisi kesehatan pohon, tetapi juga mengantisipasi berbagai tindakan yang dapat menyebabkan kerusakan terhadap tanaman yang berada di ruang publik.

Meski demikian, Nana mengakui pengawasan terhadap pohon memiliki tantangan tersendiri. Sebab, sejumlah tindakan perusakan maupun gangguan terhadap pohon dapat terjadi di luar jam kerja petugas.
“Kalau pada jam kerja kita ada petugas monitoring. Tapi kejadian-kejadian seperti perusakan biasanya terjadi di luar jam kerja. Karena itu kami juga membutuhkan dukungan masyarakat untuk memberikan informasi,” ujarnya.
Karena itu, DPKP juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah kewilayahan, termasuk kecamatan dan kelurahan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu pengawasan pohon yang telah ditanam di ruang-ruang publik.
“Koordinasi dengan kewilayahan sudah dilakukan. Tadi juga kami berkoordinasi dengan camat untuk membantu pengawasan di wilayah,” katanya.
Nana menilai partisipasi masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga keberadaan pohon di Kota Bandung. Warga yang berada di sekitar lokasi dapat menjadi pihak pertama yang mengetahui apabila terjadi kerusakan atau tindakan terhadap pohon.
“Informasi bisa datang dari mana saja, termasuk masyarakat. Bahkan kadang masyarakat memberikan informasi yang sangat akurat karena berada langsung di lokasi,” tuturnya.
Selain Jalan Riau, DPKP Kota Bandung juga memberikan perhatian terhadap sejumlah lokasi lain yang mengalami persoalan serupa, di antaranya kawasan Dago, Sawunggaling, dan Cijerah.
Nana mengatakan, pemerintah berkomitmen melakukan rehabilitasi terhadap pohon-pohon yang telah ditebang. Namun, pelaksanaannya tetap menyesuaikan proses administrasi dan ketentuan yang berlaku.
“Intinya kita akan merehabilitasi pohon-pohon yang sudah ditebang. Nanti akan ditanam kembali, tetapi waktunya menyesuaikan prosedur yang harus ditempuh,” jelasnya.
Penanaman kembali 10 pohon mahoni di Jalan Riau diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi penghijauan kawasan, tetapi juga memperkuat kualitas ruang publik dan menjaga karakter Jalan Riau sebagai salah satu kawasan perkotaan yang memiliki nilai penting bagi Kota Bandung.
Pemkot Bandung juga mengajak masyarakat ikut menjaga pohon-pohon yang telah ditanam agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat lingkungan dalam jangka panjang.
(red)


























