Dibanjiri Puluhan Aspirasi! Reses 7 Anggota DPRD Bogor di Sukamakmur Soroti Jalan Rusak, Sekolah, hingga Banyaknya Jabatan Plt
Satunews.id, Bogor – Reses DPRD Kabupaten Bogor Masa Sidang III Tahun 2025–2026 di Aula Kecamatan Sukamakmur, Senin (13/7/2026), berlangsung dinamis. Berbagai persoalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat mengemuka, mulai dari infrastruktur jalan, pembangunan sekolah, pelayanan kesehatan, penerangan jalan umum (PJU), hingga banyaknya jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor yang masih diisi pelaksana tugas (Plt).
Sebanyak tujuh anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) II hadir langsung menyerap aspirasi masyarakat. Rombongan dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor H. Junaidi Samsudin (PPP), didampingi H. Beben Suhendar (Gerindra), H. Ansori Setiawan (Gerindra), H. Achmad Fatoni (PKS), Rudi Sabana (NasDem), H. Eman Sulaeman (PKS), dan H. Amin Sugandi (Golkar).

Turut hadir Plt Camat Sukamakmur Andri Rahman, unsur Forkopimcam, para Kepala UPT, Kepala Desa, Kepala Sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat se-Kecamatan Sukamakmur.
Dalam keterangannya kepada awak media, H. Junaidi Samsudin mengungkapkan bahwa forum reses kali ini dibanjiri usulan dari masyarakat dengan kebutuhan yang sangat beragam.
“Usulan yang masuk lebih dari 30, mulai dari pembangunan jalan kabupaten, renovasi sekolah, penambahan SMA, bank sampah, Puskesmas, hingga PJU. Semua akan kami verifikasi untuk menentukan skala prioritas. Jika sudah masuk dalam SIPD, tentu akan kami perjuangkan agar dapat direalisasikan,” tegas Junaidi.
Tak hanya membahas pembangunan fisik, Junaidi juga menyoroti masih banyaknya jabatan kepala perangkat daerah yang diisi oleh Plt. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menghambat efektivitas pelayanan publik.
“Saat ini masih banyak jabatan yang kosong dan dijabat Plt, termasuk di Kecamatan Sukamakmur. Kami akan mendorong Bupati Bogor agar segera mengangkat pejabat definitif sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bogor H. Beben Suhendar memastikan pembangunan Jalan Sukamakmur–Citeureup ditargetkan rampung tahun ini sebelum dilanjutkan ke ruas Jonggol–Sukamakmur.
Ia juga mengajak pemerintah desa agar lebih aktif memperjuangkan pembangunan melalui berbagai sumber pendanaan, tidak hanya bergantung pada APBD maupun APBN.
“Silakan ajukan proposal. Pemerintah kecamatan memfasilitasi, kemudian kita perjuangkan bersama. Jalan menuju kawasan wisata seperti Rawa Gede juga memiliki peluang mendapatkan dukungan pemerintah pusat apabila usulannya lengkap,” kata Beben.
Di sisi lain, H. Ansori Setiawan turut menyoroti program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Ia meminta pemerintah desa memberikan dukungan administratif agar masyarakat tidak kehilangan kesempatan memperoleh bantuan.
“Untuk administrasi dan tanda tangan dari pemerintah desa jangan dipersulit. Kita ingin program BSPS maupun Rutilahu benar-benar tepat sasaran dan dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” tegas Ansori.
Forum reses berlangsung terbuka dengan berbagai kritik, masukan, dan harapan yang disampaikan masyarakat secara langsung kepada para wakil rakyat. Infrastruktur, pendidikan, kesehatan, perumahan, hingga pelayanan pemerintahan menjadi isu yang paling banyak disuarakan warga.
Kini masyarakat Sukamakmur menanti pembuktian. Aspirasi yang telah disampaikan di forum resmi itu diharapkan tidak berhenti sebagai catatan di atas kertas, tetapi benar-benar diwujudkan menjadi program nyata yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah Sukamakmur.
(Aminah)


























