Disambut Isak Tangis Keluarga, Jenazah Ipan Nurzaman Korban Tragedi Buaya Tiba di Rumah Duka
Satunews.id, Kab Bandung Barat – Suasana duka menyelimuti kediaman Ipan Nurzaman (26), warga Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, setelah jenazahnya tiba di rumah duka usai ditemukan meninggal dunia akibat diduga diterkam buaya di Sungai Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga, kerabat, dan warga yang telah menunggu sejak pagi. Suasana haru begitu terasa saat mobil ambulans yang membawa jenazah tiba di kampung halaman untuk selanjutnya dimakamkan oleh pihak keluarga.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 01.53 WIB saat bersama tiga rekannya memperbaiki kemudi jukung (perahu). Saat hendak membantu rekannya dengan turun ke sungai, seekor buaya diduga tiba-tiba muncul dan langsung menerkam korban hingga menyeretnya ke dalam aliran sungai.
Sejak laporan diterima, proses pencarian dilakukan tanpa henti selama empat hari oleh Tim SAR Gabungan yang melibatkan Basarnas, Ditpolairud Polda Sumatera Selatan, Satpolairud Polres Banyuasin, Polsek Pulau Rimau, BPBD, pemerintah desa dan kecamatan, relawan, serta masyarakat setempat. Dalam upaya pencarian tersebut, masyarakat bersama aparat juga melibatkan pawang buaya sebagai bagian dari ikhtiar yang dipercaya masyarakat setempat, sembari tetap mengedepankan prosedur pencarian sesuai standar operasi tim SAR.
Setelah dilakukan penyisiran secara intensif di sepanjang aliran sungai, jasad korban akhirnya ditemukan pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 17.24 WIB dalam kondisi meninggal dunia mengapung sekitar 450 meter dari lokasi awal kejadian, tepat di kawasan Pintu Air 2 PT Stal Hindoli. Penemuan tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun ke-26 almarhum, sehingga menambah duka mendalam bagi keluarga yang telah menanti penuh harap.
Kapolsek Pulau Rimau, AKP Yusri Meriansyah, menjelaskan bahwa setelah menerima informasi dari warga mengenai penemuan jasad korban, tim gabungan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi.
Usai dievakuasi, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang untuk menjalani proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Atas permintaan keluarga, jenazah kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Bandung Barat.
Kepala Desa Batulayang, Imam Mujahidin, sebelumnya membenarkan bahwa korban merupakan warganya. Ia menyampaikan bahwa ayah korban yang juga menjabat sebagai Ketua RW telah berada di Sumatera Selatan sejak awal kejadian untuk mendampingi proses pencarian bersama tim gabungan.
Menurut keterangan pemerintah desa, Ipan telah merantau ke Sumatera Selatan sekitar satu tahun terakhir untuk mencari nafkah. Sebelum membuka usaha penyediaan air tawar bagi kapal-kapal yang beroperasi di wilayah tersebut, almarhum diketahui pernah bekerja di perusahaan pertambangan.
Setibanya di rumah duka, puluhan warga terus berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Tangis keluarga pecah saat jenazah diturunkan dari ambulans dan dibawa ke dalam rumah untuk disemayamkan sebelum dimakamkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan sungai maupun perairan yang merupakan habitat satwa liar, khususnya buaya. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di lokasi rawan, terutama pada malam hingga dini hari, demi meminimalisasi risiko terjadinya peristiwa serupa.
Berakhirnya proses pencarian Ipan Nurzaman menutup perjuangan panjang selama empat hari yang melibatkan kerja keras tim gabungan, aparat pemerintah, relawan, dan masyarakat. Di balik duka yang mendalam, semangat kebersamaan dan gotong royong seluruh unsur yang terlibat menjadi wujud nyata solidaritas kemanusiaan dalam menghadapi musibah. Kini, almarhum telah kembali ke tanah kelahirannya untuk dimakamkan, meninggalkan doa dan kenangan bagi keluarga serta masyarakat yang mengenalnya.
(Saeful Bahri Kabiro Kab Bandung Barat /*)
Editor : drj


























