Trauma Mendalam, 2 Tahun Lebih SAA Salah Satu Korban Taufik Hidayat Hidup Dalam Ketakutan dan Keterpurukan
Satunews.id, Kota Bandung – Setelah melaporkan dugaan tindak pidana yang dialaminya 09 maret 2024, SAA disebut masih mengalami dampak psikologis yang cukup berat. Menurut keterangan keluarga, trauma dan rasa takut masih dirasakan SAA hingga saat ini.
Orang tua SAA yang turut hadir saat memberikan keterangan kepada tim investigasi Satunews.id, mengungkapkan bahwa kondisi anaknya berubah drastis setelah kejadian yang dilaporkan tersebut.
Baca Juga :
Menurutnya, selama lebih dari dua tahun, SAA mengalami ketakutan dan trauma yang mendalam. Bahkan, aktivitas sehari-hari korban disebut menjadi terbatas karena rasa khawatir yang masih dirasakan.
“Anak saya selama 2 tahun 3 bulan mengalami trauma dan ketakutan yang mendalam. Semenjak kejadian, kalau keluar rumah selalu saya antar. Yang tadinya sehat, sekarang kondisinya berubah, menjadi lebih kurus,” ujar orang tua SAA.
Selain kondisi psikologis, orang tua SAA juga menyampaikan bahwa korban sempat mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup setelah kejadian tersebut. Menurut keterangannya, SAA yang sebelumnya bekerja akhirnya tidak dapat melanjutkan aktivitasnya dan memilih keluar kerja karena ketakutan.
Baca Juga :
Tidak hanya itu, orang tua SAA juga mengungkapkan bahwa korban sempat mengganti nomor telepon karena adanya dugaan gangguan serta teror yang disertai pengancaman dari sejumlah nomor yang mengaku mulai sebagai saudara sampai mengenalkan diri sebagai rekan pelaku.
“Kami hanya ingin anak saya mendapatkan keadilan. Kami ingin proses hukum berjalan dengan benar dan memberikan kepastian” ungkapnya.
Orang tua SAA berharap publik, para tokoh bangsa termasuk aparat penegak hukum, dapat memberikan perhatian khusus terhadap laporan yang telah dibuat pada 09 maret 2024, dan memastikan seluruh proses hukum berjalan secara serius, profesional, transparan, serta berkeadilan.
“Kami sebagai orang tua hanya ingin anak kami bisa kembali pulih, bisa hidup normal lagi, dan mendapatkan rasa aman. Kami berharap hukum benar-benar memberikan perlindungan kepada korban,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, proses hukum terkait laporan tersebut masih menjadi perhatian publik dan jutaan netizen.
Redaksi Satunews.id tetap membuka ruang konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang berimbang.
(Red)


























