Prospek Kemitraan India-Indonesia: Antara Ayurveda dan Jamu

- Redaksi

Senin, 20 Januari 2025 - 14:36 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerjasama antara India dengan Indonesia memasuki paradigma baru dalam bidang pengelolaan sumber daya hayati, pertanian inovatif dan energi terbarukan dengan unsur dari sektor-sektor tradisional. Sebelumnya, beberapa produsen rumput laut menghadapi tantangan regulasi di India agar lebih mudah beroperasi di Indonesia dengan memberikan solusi praktis dan peluang untuk berkolaborasi. Namun, pada Desember 2024 lalu, terdapat kerja sama baru dalam bentuk produk obat tradisional yang mudah didapat dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh, yakni ayurveda dan jamu.

Seperti diketahui, Ayurveda telah lama dikenal akan manfaat terapeutiknya dan populer secara global sebagai pengobatan alternatif yang terstruktur beserta dukungan dari ilmu pengetahuan. Lebih dari 70% dari 1,3 miliar penduduk India menggunakan sistem perawatan kesehatan tradisional atau non-alopati. Ayurveda mencakup pengobatan herbal, pedoman diet, rekomendasi gaya hidup, dan pendekatan kesehatan holistik. Sementara itu, jamu merupakan tradisi pembuatan obat tradisional yang sudah mengakar secara turun temurun dengan menggunakan tumbuh-tumbuhan yang lebih bervariasi di Indonesia. Pemberian solusi kesehatannya memang lebih cepat, alami dan murah, namun keahlian dalam menerapkan praktik tradisional dan jumlah orang yang menjadi peracik sekaligus penjual jamu semakin berkurang imbas dari urbanisasi yang disertai penawaran kerja dengan gaji tinggi.

Untuk menjawab tantangan ini, muncullah lembaga baru dalam hubungan bilateral India-Indonesia dalam pengembangan obat tradisional yang bernama Indonesia-India Bioresource Consortium (IIBC) yang dibentuk di Bandung di bawah naungan Universitas Padjadjaran (UNPAD). Para ilmuwan dan ahli yang terlibat akan berkolaborasi dengan para ahli dan ilmuwan India. IIBC bertujuan mentransformasi sektor obat tradisional Indonesia, mengatasi tantangan seperti kurangnya struktur, standar peraturan, dan pengakuan global dengan cara membuat katalog tanaman obat, membuat standar regulasi, dan melatih para praktisi. Terlebih, IIBC juga memiliki tujuan untuk meningkatkan standar jamu ke tingkat Ayurveda yang disertai dengan kerangka kerja yang teratur dan tervalidasi secara ilmiah.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu program yang dimiliki IIBC adalah pelatihan untuk para praktisi jamu dalam metodologi modern, sehingga mereka dapat berkontribusi secara bermakna terhadap ekonomi berbasis pemanfaatan sumber daya alam hayati sambil melestarikan pengetahuan tradisional. Sehingga, kolaborasi ini menghasilkan Bank Obat Bersama (Joint Medicine Bank). Berkat tujuan hingga program yang dimiliki, IIBC berharap dapat menjembatani kesenjangan generasi dan dapat diwarisi hingga turun temurun dan mereplikasi keberhasilan organisasi ini untuk sektor pengobatan tradisional Indonesia.

Duta Besar India untuk Indonesia, Mr Chakravorty, menekankan perlu adanya kolaborasi dengan menyoroti perbedaan jamu yang masih bersifat informal. Sementara itu, Ayurveda telah berevolusi menjadi sistem medis formal dan sudah mendunia. Baginya, mentransformasikan jamu melalui kemitraan dengan India dapat meningkatkan pengakuan global dan validasi ilmiahnya dan mendorong pertumbuhan timbal balik bagi kedua negara dalam sistem pengobatan tradisional, mengingat kedua negara ini memiliki iklim tropis dan kekayaan tanaman obat.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

MAREMA Batch 7 Hadir di Lengkong, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas Lewat Digital Marketing
Dari Semarang ke Bandung: Warisan Kuliner Kepala Manyung Bu Fat Sejak 1969 Kini Bisa Dinikmati
Hidup di Ujung Pinjol: Kisah Pekerja Outsourcing Bekasi yang Terlilit Utang Digital
Manjakan Lidah Pecinta Kuliner, Nasi Kapau Sutan Sati Resmi Beroperasi di Ciamis
Empat Pameran Industri dalam Satu Atap, Jogja Printing Expo 2026 Ciptakan Ekosistem Bisnis Terintegrasi di Yogyakarta
Teh, Kopi, Kuliner, Pengemasan dan Cetak dalam Satu Atap, Jogja Food and Beverage Expo 2026 Perkuat Ekosistem Industri Pangan
Pusat Pembesar Kejantanan Pria Makassar H.Abdulazis Atasi Lemah Syahwat Resmi
BSI Support Beauty Your Fest 2026, Puluhan Brand Beauty Lokal Tampil di Summarecon Mall Bandung

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 23:12 WIB

Satunews.id Peringati Hari Lahir Pancasila 2026: Memperkokoh Persatuan Bangsa dan Menjaga Semangat Kebhinekaan

Senin, 1 Juni 2026 - 17:48 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan untuk Indonesia Maju

Senin, 1 Juni 2026 - 17:42 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026, Kades Ciangsana H. Udin Saputra Serukan Semangat Persatuan dan Gotong Royong Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 1 Juni 2026 - 17:38 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026, Kades Sukagalih Aja Waridin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Jaga Keutuhan Bangsa

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:09 WIB

Kapolsek Sukamakmur Turun Langsung Urai Kemacetan Wisata, Aksi Humanis Iptu Dedi Priono Tuai Apresiasi Masyarakat

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:06 WIB

Peserta Rekrutmen Soroti Transparansi Seleksi PT Angkasa Pura Aviasi, Minta Kejelasan Tahapan Penerimaan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:56 WIB

Kasad Resmikan Gedung Mako Pussenif, Perkuat Profesionalisme dan Kesiapan Prajurit Infanteri TNI AD

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:31 WIB

Jatah Daging Qurban Wartawan di Polsek Jonggol Diduga Kisruh, Koordinasi Pembagian Jadi Sorotan

Berita Terbaru