3 PR Besar Farhan-Erwin 100 Hari Pimpin Bandung: Sampah 1.101 Ton/Hari, Macet, Banjir 60 Titik
*BANDUNG* – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan genap 100 hari menjabat 30 Mei 2026. Data resmi BPS Kota Bandung dan Open Data Pemkot menunjukkan 3 problematik utama belum tuntas: volume sampah tembus 1.101 ton/hari, Bandung masuk 3 besar kota termacet Indonesia, dan 60+ titik genangan banjir masih langganan saat hujan deras.
1. Sampah 1.101 Ton/Hari, TPA Sarimukti Kewalahan
Dinas Lingkungan Hidup DLH Kota Bandung mencatat volume sampah naik signifikan saat Ramadan 2024. Rata-rata harian naik 68 ton jadi 1.101 ton/hari dari sebelumnya 1.033 ton/hari. Puncaknya Maret 2024: 33.486,6 ton sampah ditangani. Pejabat Wali Kota saat itu A. Koswara menyebut Bandung “penghasil sampah terbesar di Bandung Raya”.
100 hari Farhan fokus sidak TPS liar, tapi data volume sampah belum turun. TPA Sarimukti dan bank sampah kelurahan masih jadi PR struktur jangka panjang.
2. Bandung 3 Besar Kota Termacet, 2,1 Juta Kendaraan
BPS Kota Bandung rilis data kendaraan bermotor tembus 2,1 juta unit per 2023. Angka ini tidak sebanding dengan panjang jalan dan angkutan umum massal. Hasil studi INRIX/TomTom 2024 menempatkan Bandung di 3 besar kota termacet nasional. Koridor Kopo-Soekarno Hatta, Pasteur, Gedebage-Cibiru kecepatan jam sibuk 20 km/jam.
Program “Bandung Bebas Macet” Farhan baru 100 hari fokus penertiban parkir liar. Pembangunan BRT, flyover, jalur sepeda masih butuh waktu.
3. Banjir 60+ Titik, IKLH di Bawah Target
BMKG dan DLH mencatat Bandung punya 60+ titik rawan genangan saat hujan 50mm/jam. Kawasan Gedebage, Cicadas, Babakan Sari langganan banjir. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup IKLH Kota Bandung 2023 masih di bawah target RPJMD karena faktor air dan tutupan lahan.
Perbaikan drainase dan normalisasi sungai butuh anggaran besar. Gempa mikro Januari 2026 memperparah retakan saluran.

Farhan-Erwin kini dituntut bukti nyata di 100 hari kedua. Data BPS dan Open Data Pemkot jadi tolok ukur: apakah volume sampah turun, macet terurai, dan titik banjir berkurang.
*Sumber Data*: 1. Open Data Kota Bandung – Dinas Lingkungan Hidup 2. Badan Pusat Statistik Kota Bandung http://bandungkota.bps.go.id



























