Hidup di Ujung Pinjol: Kisah Pekerja Outsourcing Bekasi yang Terlilit Utang Digital

satu news 01

- Redaksi

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:00 WIB

5065 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AP: Dari satu aplikasi ke aplikasi lain, bantuan sulit diakses, pinjol selalu satu klik jaraknya

*BEKASI* – Di salah satu gang sempit wilayah Bekasi, ada kontrakan 3×4 meter yang menjadi tempat berteduh seorang pekerja outsourcing. Sebut saja *AP*.

Di luar, ia dikenal tetangga sebagai pekerja yang rajin berangkat pagi-pagi. Di dalam, ia berjuang sendirian menghadapi lingkaran utang yang datang dari layar ponselnya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini bukan kisah tentang kemalasan. Ini kisah tentang bagaimana seseorang bisa jatuh pelan-pelan, ketika penghasilan tidak cukup, bantuan tidak datang, dan satu-satunya yang “memperhatikan” adalah aplikasi pinjam uang online.

*Dimulai dari Kebutuhan Mendesak*

AP berusia 47 tahun. Dulu ia bekerja serabutan sebagai pekerja outsourcing di perusahaan swasta. Pendapatan tidak menentu. Sekitar 2 tahun lalu, istrinya sakit dan harus bolak-balik ke puskesmas. BPJS ada, tapi biaya transportasi, obat di luar tanggungan, dan kebutuhan sehari-hari tetap harus dicari.

“Waktu itu saya butuh 1,5 juta cepat. Malu pinjam ke teman kerja. Lihat iklan di HP, cair dalam 10 menit. Saya coba,” ujarnya pelan saat ditemui di teras kontrakan.

Pinjaman pertama lunas, tapi telat 3 hari. Bunga dan denda langsung menumpuk. Ketika jatuh tempo pinjaman kedua datang, gajinya belum cair. Ia ambil pinjaman di aplikasi lain untuk menutup yang pertama. Pola itu berulang.

*Hidup dari Pinjol ke Pinjol*

Hari-hari AP kini diisi dengan notifikasi. Pagi bangun, buka HP, cek jatuh tempo. Siang kerja, sore mikir cara cari uang untuk bayar bunga. Malam, kadang tidak bisa tidur karena telepon dari nomor tidak dikenal.

Ia menghitung, pernah aktif meminjam di 7 aplikasi sekaligus. Total utang pokok sekitar 8 juta, tapi dengan bunga dan denda, tagihan yang harus dibayar bisa menyentuh 18 juta.

“Gaji saya sebulan kalau lagi banyak paling 2,5 juta. Mana cukup. Jadi saya gali lubang tutup lubang. Dari pinjol A bayar pinjol B, besoknya pinjam lagi di C,” katanya.

Yang membuatnya paling terpukul bukan besarnya utang, tapi rasa malu. Beberapa kali penagih menghubungi kontak darurat yang ia isi waktu daftar. Nomor keluarga, teman kerja, bahkan ketua RT.

“Saya merasa mempermalukan keluarga. Tapi saya tidak tahu harus lari ke mana,” ujarnya.

*Bantuan Tidak Sampai, Pinjol Selalu Ada*

AP mengaku pernah mencoba mengurus bantuan sosial ke kelurahan. Syaratnya banyak, antreannya panjang, dan ia tidak punya waktu karena harus kerja.

“Orang yang kerja harian itu waktunya habis buat bertahan hidup. Nggak sempat ngurus berkas,” katanya.

Sementara itu, aplikasi pinjol selalu ada. Iklannya muncul di mana-mana. Prosesnya cepat, tidak butuh jaminan, tidak perlu ketemu orang. Bagi orang yang terdesak, itu seperti uluran tangan. Padahal setelah digenggam, rasanya menjerat.

*Antara Ikhtiar dan Rasa Lelah*

Meski begitu, AP tidak berhenti berusaha. Ia masih bekerja sebagai pekerja outsourcing, meski upah yang diterima tidak sepadan dengan beban hidup dan utang yang menumpuk.

Kini ia sedang mencoba negosiasi restrukturisasi utang dengan beberapa aplikasi. Ia juga mulai mencatat semua pemasukan dan pengeluaran, sesuatu yang dulu tidak pernah ia lakukan.

*Catatan untuk Kita Semua*

Kisah AP bukan satu-satunya. Di Bekasi, Bandung, dan kota-kota lain, ada ratusan ribu pekerja informal dan outsourcing yang hidupnya bersinggungan dengan pinjol ilegal maupun legal yang bunganya mencekik. Mereka bukan pemalas. Mereka adalah orang-orang yang jatuh karena tidak ada jaring pengaman saat tertimpa masalah.

Pemerintah sudah berulang kali mengingatkan bahaya pinjol ilegal. Tapi di lapangan, yang dibutuhkan warga bukan hanya imbauan. Mereka butuh akses bantuan cepat, prosedur yang tidak berbelit, dan literasi keuangan yang sampai ke akar rumput.

Sampai itu datang, akan selalu ada AP lain di gang-gang sempit. Pekerja yang lebih dulu diperhatikan pinjol, daripada diperhatikan negara. Dibuat oleh AP. Lewat chat  WA ke Redaksi, pada Minggu, (17/5/26).

(Red) **

Berita Terkait

Tanamkan Karakter “Aku Sahabat Bumi”, Puluhan Murid PAUD Daruttaqwa Foundation Sukseskan Aksi Junam
BASARNAS LAKUKAN PENCARIAN TERHADAP ANAK 10 TAHUN YANG HILANG SAAT MANDI DI SUNGAI KOMERING
HUT ke-26 Laskar Merah Putih, Edward Juliartha: Momentum Perkuat Silaturahmi dan Bangkitkan Semangat Organisasi  
Musnahkan Narkotika Senilai Rp21,79 Miliar, Polda Sumsel Selamatkan 370 Ribu Jiwa
Subuh Keliling, Polda Sumsel Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas dan Lindungi Generasi Muda
Bangun Semangat Hidup Sehat, Pegawai Lapas Kelas I Palembang Ikuti Kompetisi Kebugaran 2026  
Maulid Nabi di Klapanunggal Berlangsung Khidmat, Kades Gonon: Mari Berhijrah dan Teladani Akhlak Rasulullah
Rp533 Juta Digelontorkan! Kantor Desa Mekarsari Direhabilitasi, Hj. Nasih Apresiasi Bupati Rudy Susmanto
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:14 WIB

BASARNAS LAKUKAN PENCARIAN TERHADAP ANAK 10 TAHUN YANG HILANG SAAT MANDI DI SUNGAI KOMERING

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:58 WIB

HUT ke-26 Laskar Merah Putih, Edward Juliartha: Momentum Perkuat Silaturahmi dan Bangkitkan Semangat Organisasi  

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Musnahkan Narkotika Senilai Rp21,79 Miliar, Polda Sumsel Selamatkan 370 Ribu Jiwa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Subuh Keliling, Polda Sumsel Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas dan Lindungi Generasi Muda

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:50 WIB

Maulid Nabi di Klapanunggal Berlangsung Khidmat, Kades Gonon: Mari Berhijrah dan Teladani Akhlak Rasulullah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Rp533 Juta Digelontorkan! Kantor Desa Mekarsari Direhabilitasi, Hj. Nasih Apresiasi Bupati Rudy Susmanto

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Cegah Banjir, Pemdes Tlajung Udik Realisasikan Pembangunan Drainase RW 005 melalui BKK 

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Polda Sumsel gelar Jumat keliling wujud Polisi bersama masyarakat 

Berita Terbaru