Serap Aspirasi di Batununggal, Wakil Ketua DPRD Jabar MQ Iswara Dorong Pembangunan SMA-SMK Negeri Baru
Satunews.id, Kota Bandung – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ir. M.Q. Iswara, melaksanakan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jumat (27/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Camat Batununggal, para Lurah, Ketua LPM Kecamatan dan Kelurahan, para Ketua RW, TP PKK, serta kader Posyandu. Iswara mengaku banyak mendapatkan masukan terkait kondisi riil di lapangan.
“Alhamdulillah hari ini kami menyerap aspirasi langsung dari kewilayahan. Banyak informasi penting dari Pak Camat, Lurah, LPM, RW, PKK dan Posyandu terkait kebutuhan warga Batununggal,” ujar Iswara.
Sorotan utama warga adalah minimnya fasilitas pendidikan menengah. Iswara menyebut, sebagai salah satu kecamatan dengan penduduk terpadat di Kota Bandung, Batununggal hingga kini belum memiliki SMA maupun SMK Negeri.
“Ternyata Kecamatan Batununggal tidak mempunyai SMA dan SMK. Padahal kecamatan lain yang jumlah penduduknya di bawah Batununggal ada yang punya SMK sampai 8, SMK negeri ada 2,” ungkap Iswara.
Politisi Golkar Dapil Jabar 1 Bandung-Cimahi ini menegaskan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut ke Wali Kota Bandung. Sesuai aturan, pengadaan lahan menjadi kewenangan Pemerintah Kota.
“Insya Allah saya akan langsung tindak lanjuti dengan Pak Wali Kota. Kebutuhan lahan minimal sekitar 4.000 meter persegi harus disiapkan Pemkot, untuk pembangunan fisiknya bisa didorong melalui anggaran provinsi,” jelasnya.
Selain pendidikan, Iswara juga menyoroti pemanfaatan lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dikelola Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Pasca penertiban, banyak lahan kosong yang dikhawatirkan disalahgunakan untuk kegiatan negatif.
Warga mengusulkan lahan tersebut dimanfaatkan untuk program ketahanan pangan seperti Buruan Sae, budidaya maggot, hingga pengolahan sampah skala lingkungan.
“Masyarakat meminta agar lahan BBWS bisa dimanfaatkan produktif dan minta difasilitasi mediasi ke pusat, karena BBWS adalah instansi pusat,” tuturnya.
Di bidang ekonomi, warga mendorong pelatihan wirausaha bagi remaja putus sekolah agar tidak hanya mencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja.
Isu sampah masih menjadi keluhan utama. Iswara menjelaskan, Kota Bandung masih bergantung pada TPA Sarimukti dengan kapasitas terbatas 1.830 ton per hari untuk Bandung Raya.
“Dari total itu, sekitar 900 ton adalah sampah dari Kota Bandung. Sarimukti ini hanya solusi sementara. Ke depan Pemprov Jabar mendorong pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan atau waste to energy,” tegas Iswara yang juga Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD Jabar.
Ia menambahkan penumpukan sampah saat Lebaran lalu bersifat situasional karena tidak ada pengangkutan selama H-1 hingga H+1.
(**)


























