BPS Kota Bandung Siapkan Ribuan Petugas Sensus Ekonomi 2026, Ekonomi Digital dan UMKM Jadi Fokus Pendataan

Satunews.id

- Redaksi

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:59 WIB

509 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPS Kota Bandung Siapkan Ribuan Petugas Sensus Ekonomi 2026, Ekonomi Digital dan UMKM Jadi Fokus Pendataan

Satunews.id, Kota Bandung – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung mulai mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dengan melatih hampir 2.000 calon petugas sensus yang akan bertugas melakukan pendataan ekonomi secara menyeluruh mulai 15 Juni hingga 30 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memetakan seluruh aktivitas ekonomi masyarakat Kota Bandung, termasuk perkembangan pesat sektor ekonomi digital yang kini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala BPS Kota Bandung, Nevi Hendri, mengatakan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali guna mendata seluruh pelaku usaha dan aktivitas ekonomi tanpa terkecuali.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau sensus, semua didata. Tidak ada yang terlewat. Seluruh pelaku usaha dan aktivitas ekonomi rumah tangga di Kota Bandung akan menjadi sasaran pendataan,” ujar Nevi saat membuka pelatihan petugas di Hotel Sari Ater Kamboti, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, pelaksanaan sensus kali ini memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan satu dekade sebelumnya. Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola transaksi dan model usaha masyarakat secara signifikan.

Jika pada tahun 2016 aktivitas ekonomi digital seperti e-commerce, dompet digital, konten kreator, influencer, reseller, hingga dropshipper belum berkembang pesat, maka pada 2026 sektor tersebut diperkirakan akan memberikan kontribusi besar terhadap struktur ekonomi Kota Bandung.

“Generasi muda sekarang bisa menghasilkan pendapatan hanya bermodalkan telepon genggam dan akses internet. Aktivitas ekonomi seperti ini harus terdata karena menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi Kota Bandung,” jelasnya.

Sebanyak 650 peserta mengikuti pelatihan gelombang pertama yang tersebar di empat pusat pelatihan (training center). Para peserta dibekali pemahaman mengenai metodologi sensus, instrumen pendataan, teknik wawancara, hingga penggunaan aplikasi digital yang akan digunakan selama pelaksanaan sensus di lapangan.

Nevi menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme petugas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, kualitas data yang dihasilkan akan sangat menentukan arah kebijakan pembangunan ekonomi dan sosial di masa mendatang.

“Jangan main-main dengan data. Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar penyusunan kebijakan ekonomi, sosial, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Selain memetakan pelaku usaha, Sensus Ekonomi 2026 juga akan memperbarui berbagai data sosial ekonomi rumah tangga yang nantinya menjadi referensi pemerintah dalam merancang program pembangunan, bantuan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengapresiasi kesiapan BPS Kota Bandung dalam menyelenggarakan Sensus Ekonomi 2026. Ia menilai para petugas sensus memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam menghasilkan data yang akurat dan berkualitas.

“Data yang akurat adalah aset pembangunan yang sangat berharga. Kebijakan yang tepat hanya bisa lahir dari data yang benar,” ujar Erwin.

Ia mengajak seluruh petugas untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga etika, profesionalisme, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat selama proses pendataan berlangsung.

Menurut Erwin, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan berbagai program pembangunan daerah, terutama dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Kota Bandung.

Pemkot Bandung sendiri berencana memperkuat program pemberdayaan usaha melalui pembangunan UMKM Center di 30 kecamatan. Data hasil sensus nantinya akan menjadi rujukan utama dalam menentukan bentuk intervensi, pendampingan, serta bantuan yang tepat sasaran bagi pelaku usaha.

Dengan dukungan teknologi digital, sistem pemantauan secara real time, dan ribuan petugas yang telah dipersiapkan, Kota Bandung optimistis mampu menghasilkan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan berkualitas guna mendukung pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis data.

“Ini bukan sekadar tugas administratif. Ini adalah tugas pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat untuk menghadirkan masa depan Kota Bandung yang lebih baik,” pungkas Erwin.

(drj)

Berita Terkait

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?
Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna
Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:04 WIB

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49 WIB

102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:20 WIB

PJI Sulsel Desak Kapolri Periksa Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal di Seba-Seba

Berita Terbaru