Luthfian Kurniansyah Pimpin Panen Raya Kolaborasi Pemuda Tani Bersama Kampus UKRI

satu news 01

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:27 WIB

5026 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SATUNEW.ID | RANCAEKEK — Hamparan sawah di Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis (7/5/2026), tampak berbeda dari biasanya. Di tengah bulir padi yang menguning dan siap dipanen, puluhan pemuda turun langsung ke sawah bersama mahasiswa, penyuluh pertanian, hingga petani senior. Suasana panen raya itu bukan sekadar seremoni musim panen, melainkan penegasan bahwa masa depan pertanian mulai kembali menemukan denyutnya di tangan generasi muda.

Momentum panen raya padi yang digelar Pemuda Tani Indonesia (PTI) DPC Kabupaten Bandung bersama mahasiswa Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) menjadi perhatian banyak pihak setelah lahan demplot yang dikembangkan berhasil mencatat produktivitas hingga 12 ton per hektar. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding capaian sebelumnya yang berada di kisaran 10 ton per hektar.

Capaian itu menjadi bukti bahwa pertanian modern mampu menghadirkan harapan baru di tengah tantangan regenerasi petani dan menurunnya minat generasi muda terhadap sektor agraria.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Pemuda Tani Indonesia DPC Kabupaten Bandung, Luthfian Kurniansyah, S.SP mengatakan, peningkatan produktivitas tersebut lahir dari proses panjang pembelajaran, praktik lapangan, serta kolaborasi lintas sektor yang dilakukan secara konsisten.

“Awalnya kita di angka 10 ton per hektar, sekarang alhamdulillah meningkat menjadi 12 ton. Ini menunjukkan bahwa pertanian itu sangat menjanjikan, selama kita serius, tekun, dan mau terus belajar,” ujar Luthfian di sela kegiatan panen raya.

Menurutnya, keberhasilan itu sekaligus menjadi jawaban atas keraguan terhadap masa depan sektor pertanian. Di tangan generasi muda yang adaptif dan berorientasi pada inovasi, pertanian bukan lagi identik dengan keterbatasan, melainkan peluang ekonomi besar yang mampu memberikan kesejahteraan.

Di tengah derasnya arus industrialisasi kawasan Rancaekek serta berkembangnya proyek perumahan dan kawasan strategis KCIC, Luthfian mengaku pihaknya sengaja menghadirkan gerakan pertanian produktif untuk membuka cara pandang baru di kalangan anak muda desa.

“Kami bertekad mengembangkan usaha sektor pertanian meski di sekitar kami ada pengembangan proyek perumahan. Hampir setiap hari yang dibicarakan masyarakat adalah bagaimana bisa bekerja di pabrik atau di kawasan KCIC. Padahal pabrik bukan satu-satunya jalan ekonomi,” katanya.

Ia menilai, potensi pertanian di Kabupaten Bandung masih sangat besar untuk dikembangkan, khususnya pertanian organik yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

“Karena itu kami ingin mendorong pemuda melihat potensi wilayahnya sendiri. Kalau ditekuni, pertanian bisa menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan menjanjikan,” tambahnya.

Kegiatan panen raya tersebut turut dihadiri mahasiswa dan dosen UKRI, pengurus Pemuda Tani Indonesia, penyuluh pertanian, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), kelompok tani, hingga unsur TNI dari Babinsa. Kehadiran berbagai unsur itu memperlihatkan kuatnya sinergi dalam membangun sektor pertanian berbasis kolaborasi dan transfer pengetahuan.

Tak hanya seremoni panen, kegiatan juga diisi dengan cek ubinan guna memastikan produktivitas hasil tanam secara ilmiah dan terukur. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PTI Kabupaten Bandung dalam membangun model pertanian modern yang dapat direplikasi di berbagai wilayah.

Luthfian berharap lahan demplot yang dikembangkan Pemuda Tani Indonesia dapat menjadi laboratorium lapangan sekaligus inspirasi bagi generasi muda lainnya agar tidak malu terjun ke dunia pertanian.

“Kami ingin ini bukan hanya jadi contoh sesaat, tapi bisa diterapkan petani lain di berbagai wilayah Kabupaten Bandung. Harapannya semakin banyak anak muda tertarik bertani setelah melihat langsung hasilnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Kabupaten Bandung, Iim Ibrahim mengaku bangga melihat semangat para pemuda yang mau belajar dan terlibat langsung di sektor pertanian.

“Sebab kita tahu biasanya anak muda malu ketika disuruh bertani. Hari ini justru Pemuda Tani Indonesia menunjukkan semangat luar biasa,” ungkapnya.

Ia menegaskan pihaknya siap mendukung berbagai program produktif yang dijalankan kalangan muda, termasuk pengembangan pertanian organik dan demplot percontohan yang dinilai mampu meningkatkan kualitas pertanian di Kabupaten Bandung.

“Semua kegiatan Pemuda Tani Indonesia yang positif pasti akan kita dukung. Apalagi ini untuk pengembangan pertanian seperti ini,” katanya.

Panen raya tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa regenerasi petani bukan hal mustahil. Ketika anak muda diberi ruang, dukungan, dan kesempatan untuk berinovasi, sektor pertanian mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru yang modern, mandiri, dan berkelanjutan.

Di tengah kekhawatiran menyusutnya jumlah petani produktif di Indonesia, gerakan yang dilakukan Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Bandung menjadi bukti bahwa pertanian tetap memiliki masa depan cerah bukan hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga membuka harapan baru bagi lahirnya generasi petani muda yang tangguh dan berdaya saing.***

Berita Terkait

Pentahelix Dayeuhkolot Jelaskan Dukungan CSR dan Dana Pribadi untuk Penanganan Lingkungan
Dorong Kualitas Layanan Publik, Bupati Bandung Bahas Optimalisasi RSUD Majalaya hingga Penataan Aset Daerah
Sampah Kiriman Menumpuk di Sungai, Pentahelix: Dayeuhkolot Bukan Muara Sampah
KNPI Kabupaten Bandung Launching Pelor Handal, Kadistan Dorong Pemuda Garap Ayam Petelur
Pandangan Umum Fraksi PSI: 4 Raperda Baru Harus Beri Manfaat Nyata, Bukan Sekadar Banyak Norma
Musdes Ketiga, Pemdes Malakasari Mantapkan Risalah Tanah Carik untuk Dukung Pembangunan
Distan Gelar Tani Verse, Dukung Lahirnya Generasi Baru Petani
Kades Marsel Farhan Taufik Sambut Baik Kunjungan KDM ke Jadek dan Cikahiyangan.

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rp701,28 Juta untuk Cipambuan! Dadang Darajat Launching Rehabilitasi Kantor Desa dan Dayeuh Pajajaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru