Miris! Insentif RT/RW Dipersulit, Lebaran Datang Tapi Hak Tak Kunjung Cair

satu news 01

- Redaksi

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:15 WIB

50121 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung,(Satunews.id) — Kebijakan Pemerintah Kabupaten Bandung dalam proses pencairan insentif RT/RW melalui Bank BJB kini tak sekadar menuai kritik, melainkan kemarahan terbuka. Program yang digadang-gadang mempermudah, justru berubah menjadi simbol kegagalan pelayanan publik yang nyata di depan mata, Jum’at (17/3/26).

Di Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay, para RT/RW dipaksa “berlomba” sejak subuh. Datang pukul 06.00 WIB bukan lagi pilihan, tapi keterpaksaan. Ironisnya, setelah antre berjam-jam, banyak yang tetap tak kebagian. Hak mereka, yang seharusnya dijamin, seolah berubah menjadi undian nasib.

“Ini bukan pelayanan, ini penyiksaan secara sistem,” cetus seorang RT dengan nada geram, karena cape menunggu panggilan antrian.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Momentum menjelang Idul Fitri justru memperparah luka. Saat kebutuhan hidup melonjak, para RT/RW yang berharap pada insentif malah dipaksa pulang dengan tangan kosong. Lebih pahit lagi, ada yang harus menerima kenyataan bahwa pencairan baru bisa dilakukan setelah Lebaran. Ini sebuah ironi yang sulit diterima akal sehat.

Sorotan tajam juga menghantam Bank Bjb. Karena minimnya petugas hingga antrean mengular panjang dinilai sebagai bentuk kelalaian serius. Hanya satu kasir untuk melayani gelombang antrean? Ini bukan sekadar kurang siap, ini kegagalan manajemen pelayanan yang terang-terangan. Janji penambahan fasilitas seperti ATM hanya terdengar sebagai retorika kosong tanpa bukti di lapangan.

Belum selesai di situ, dugaan potongan administrasi makin menyulut emosi. Para RT/RW merasa “dipalak secara halus”. Oleh pihak bank. Karena dari dulu ketika insentif di distribusikan atau di cairkan oleh pemerintah desa sama sekali Tidak ada potongan, kenapa saat di cairkan di bank jadi ada pemotongan. Transparansi dipertanyakan, keadilan dipertaruhkan.

“Kalau ini dibiarkan, jangan salahkan kalau kepercayaan kami runtuh. Kami ini bekerja untuk masyarakat, bukan untuk dipersulit seperti ini,” tegas perwakilan RT lainnya.

Masalah ini diyakini bukan kasus tunggal. Indikasi persoalan serupa di berbagai wilayah Kabupaten Bandung menguatkan dugaan adanya cacat sistemik, bukan sekadar kendala teknis. Artinya, ini bukan soal antrean semata, tapi soal kegagalan kebijakan yang berdampak luas.

Lebih memprihatinkan lagi, penghasilan tetap perangkat desa hingga kini juga belum cair. Alasan klasik: administrasi. Di saat bersamaan, kebutuhan hidup tak bisa ditunda. Ketika gaji dan insentif sama-sama tersendat, wajar jika muncul pertanyaan, di mana sebenarnya letak keseriusan pemerintah dalam mengurus aparatnya sendiri?

Jika kondisi ini terus dibiarkan, dampaknya bukan hanya pada keterlambatan pencairan, tapi pada runtuhnya kepercayaan. RT/RW, yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan publik, kini justru diperlakukan seolah tidak penting.

Ini bukan lagi sekadar keluhan. Ini peringatan keras. Jika Pemerintah Kabupaten Bandung dan Bank Bjb tetap abai, maka kemarahan ini hanya tinggal menunggu waktu untuk meledak lebih luas.***

Berita Terkait

Pentahelix Dayeuhkolot Jelaskan Dukungan CSR dan Dana Pribadi untuk Penanganan Lingkungan
Dorong Kualitas Layanan Publik, Bupati Bandung Bahas Optimalisasi RSUD Majalaya hingga Penataan Aset Daerah
Sampah Kiriman Menumpuk di Sungai, Pentahelix: Dayeuhkolot Bukan Muara Sampah
KNPI Kabupaten Bandung Launching Pelor Handal, Kadistan Dorong Pemuda Garap Ayam Petelur
Pandangan Umum Fraksi PSI: 4 Raperda Baru Harus Beri Manfaat Nyata, Bukan Sekadar Banyak Norma
Musdes Ketiga, Pemdes Malakasari Mantapkan Risalah Tanah Carik untuk Dukung Pembangunan
Distan Gelar Tani Verse, Dukung Lahirnya Generasi Baru Petani
Kades Marsel Farhan Taufik Sambut Baik Kunjungan KDM ke Jadek dan Cikahiyangan.

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rp701,28 Juta untuk Cipambuan! Dadang Darajat Launching Rehabilitasi Kantor Desa dan Dayeuh Pajajaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru