Angin Kencang dan Hujan Deras Terjang Dua Kecamatan, Puluhan Rumah Rusak dan Satu Ambruk

Satunews.id

- Redaksi

Jumat, 21 Februari 2025 - 11:24 WIB

5022 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id, garut – Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Garut dalam dua hari terakhir, menyebabkan kerusakan signifikan, setidaknya terjadi di dua kecamatan. Angin kencang merusak puluhan rumah di Kecamatan Selaawi pada Senin (17/2), sedangkan di Kecamatan Sukawening pada Selasa (18/2). hujan deras yang berlangsung lama mengakibatkan satu rumah ambruk

Angin kencang yang terjadi pada Senin sore mengakibatkan 34 rumah rusak di Desa Putrajawa dan Desa Selaawi. Selain itu, satu fasilitas pendidikan dan satu fasilitas umum turut terdampak. Kerusakan yang terjadi meliputi atap rumah yang beterbangan, pohon tumbang yang menimpa rumah warga, serta robohnya papan billboard di depan Gerbang Kecamatan Selaawi yang menimpa kabel jaringan Telkom dengan taksiran kerugian Rp12 juta.

Atas kejadian ini, pihak pemerintah Kecamatan Selaawi bersama BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat telah melakukan langkah-langkah darurat seperti evakuasi warga, pembersihan puing-puing, dan pendataan kerusakan. meski banyak rumah mengalami kerusakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami berharap bantuan segera turun agar warga bisa segera memperbaiki rumahnya,” ujar Camat Selaawi, Fahmi Fauzi, Selasa (18) 2/2025)

Sementara itu, hujan deras pada Selasa (18/2) pukul 06.30 WIB menyebabkan satu rumah permanen milik Ade Alimudin (58) di Kampung Sidanghayu, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sukawening, ambruk total. Penyebab utama kejadian ini adalah kondisi rumah yang sudah lapuk dan tidak mampu menahan intensitas hujan yang tinggi.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta, mengingat rumah berukuran 9×9 meter itu mengalami kerusakan berat. Saat ini, Ade Alimudin terpaksa mengungsi ke rumah orang tuanya, sementara warga sekitar bergotong royong membersihkan puing-puing rumahnya.

Camat Sukawening, Jeje Jenal Abidin, melaporkan, pihaknya telah melakukan pengecekan lokasi dan memberikan bantuan dari Lumbung Sosial Kecamatan. “Korban tergolong keluarga miskin, sehingga kami berharap ada bantuan dari dinas atau pihak terkait untuk pembangunan kembali rumah yang hancur,” ujar Jeje.

Dengan meningkatnya kejadian cuaca ekstrem di Garut, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama bagi pemilik rumah yang berada di wilayah rawan bencana. Dinas terkait diharapkan segera menyalurkan bantuan guna mempercepat pemulihan pascabencana.

(red)

Berita Terkait

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?
Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna
Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:04 WIB

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49 WIB

102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:20 WIB

PJI Sulsel Desak Kapolri Periksa Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal di Seba-Seba

Berita Terbaru