Pemprov Jabar Pertahankan Opini WTP 15 Tahun Berturut-turut

Satunews.id

- Redaksi

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:23 WIB

5013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov Jabar Pertahankan Opini WTP 15 Tahun Berturut-turut

Satunews.id, Kota Bandung – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian ini menjadi opini WTP ke-15 yang diraih Jawa Barat secara berturut-turut.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur pemerintahan daerah dalam mengelola keuangan dan menjalankan program pembangunan secara efektif.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat dengan agenda Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas LKPD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2025 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

Menurut Dedi, opini WTP harus menjadi pendorong untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan publik, bukan sekadar pencapaian administratif dalam tata kelola keuangan.

“Semoga WTP yang diberikan ini merupakan cerminan kinerja efektif Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pembangunan. Dan semoga kita tidak hanya puas pada WTP, tetapi juga pada kepuasan publik serta kualitas pembangunan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Dedi juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Jawa Barat, BPK RI, BPK Perwakilan Jawa Barat, serta seluruh aparatur pemerintah daerah yang telah berkontribusi dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran DPRD Jabar, BPK RI dan BPK Jabar yang konsisten melakukan evaluasi, kritik, dan saran bagi perbaikan pelayanan di Provinsi Jabar. Juga kepada seluruh pegawai Provinsi Jawa Barat, mulai dari kepala OPD sampai yang menyusun SPJ,” tuturnya.

Dorong Penyempurnaan Tata Kelola Keuangan

Dalam kesempatan tersebut, Dedi berharap proses pemeriksaan keuangan daerah ke depan dapat dilakukan lebih komprehensif sehingga menghasilkan rekomendasi yang semakin berkualitas bagi perbaikan tata kelola pemerintahan.

Ia juga menyoroti catatan BPK terkait pengelolaan belanja daerah. Menurutnya, secara umum target pendapatan daerah relatif tercapai, namun realisasi dana transfer dari pemerintah pusat, khususnya Dana Bagi Hasil (DBH), masih menjadi tantangan yang memengaruhi kemampuan fiskal daerah.

“Kalau kemampuan berdasarkan pendapatan daerah, sebenarnya relatif tercapai. Yang tidak tercapai adalah dana transfer dari pemerintah pusat, khususnya Dana Bagi Hasil,” katanya.

Dedi berharap dapat dilakukan rekonsiliasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat terkait kewajiban pembayaran Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta Dana Bagi Hasil yang masih menjadi catatan dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Pemprov Jabar punya kewajiban membayar dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada pemerintah pusat. Tetapi pemerintah pusat juga punya kewajiban membayar Dana Bagi Hasil (DBH) yang belum terbayarkan kepada pemerintah daerah. Semoga bisa dilakukan rekonsiliasi sehingga catatan keuangan dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, Dedi menyoroti pentingnya konsistensi penyaluran dana transfer dari pemerintah pusat agar pelaksanaan program pembangunan daerah dapat berjalan lebih optimal dan tepat waktu.

Terkait pengelolaan dana pendidikan dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala administratif yang akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan ke depan.

Sementara itu, Anggota BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi menegaskan pentingnya pengelolaan APBD yang efektif dan efisien agar setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Penggunaan APBD yang efektif dan efisien sangat penting karena setiap rupiah yang dialokasikan mencerminkan pelayanan publik dan harapan masyarakat,” ujarnya.

Raihan opini WTP ke-15 secara berturut-turut ini menjadi indikator konsistensi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan yang berorientasi pada pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

(red)

Berita Terkait

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?
Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna
Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:04 WIB

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49 WIB

102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:20 WIB

PJI Sulsel Desak Kapolri Periksa Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal di Seba-Seba

Berita Terbaru