Banjir Berulang dan Jalan Rusak, Warga Desak Keras Aksi Nyata Bina Marga Provinsi

satu news 01

- Redaksi

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:18 WIB

5066 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab. Bandung (Satunews.id) — Keluhan warga terhadap kondisi saluran drainase di jalan Terusan Mohamad Toha, Kecamatan Dayeuhkolot, kini tidak lagi sekadar keresahan, melainkan telah berubah menjadi desakan keras. Banjir yang terus berulang setiap hujan deras, ditambah kerusakan jalan yang kian parah, dinilai masyarakat sebagai persoalan serius yang tak kunjung ditangani secara nyata.

Seperti hal di kawasan Palasari, genangan air hampir selalu terjadi saat hujan turun, dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa. Kondisi ini membuat akses jalan terganggu dan memaksa warga serta pengendara mempertaruhkan keselamatan setiap kali melintas.

Masalah utama yang disorot warga adalah buruknya sistem drainase yang diduga mengalami pendangkalan dan tidak berfungsi optimal. Air dengan cepat meluap ke badan jalan, menciptakan genangan luas yang tak kunjung tertangani secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di saat yang sama, kondisi jalan yang berlubang dan tertutup air memperparah risiko. Lubang-lubang besar yang tidak terlihat menjadi “jebakan” bagi pengendara. Bahkan, beberapa bulan lalu, kecelakaan tragis terjadi hingga merenggut nyawa seorang mahasiswa, yang diduga terperosok akibat kondisi jalan tersebut.

Peristiwa tersebut semestinya menjadi alarm serius bagi semua pihak. Namun dari sudut pandang media, kondisi yang terjadi justru dinilai ironis. Pasca kejadian yang memakan korban jiwa tersebut, hingga kini belum terlihat adanya respons nyata di lapangan dari pihak Bina Marga Provinsi.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait kecepatan dan prioritas penanganan terhadap persoalan yang menyangkut keselamatan masyarakat.

“Setiap hujan pasti banjir, tidak pernah berubah. Air tinggi, jalan rusak, kami selalu was-was. Sudah ada korban, tapi sampai sekarang belum ada tindakan yang benar-benar terasa. Kami hanya ingin jalan ini aman dan perbaikan drainase dari pihak bina marga,” ujar Yana, warga Palasari pada Selasa (31/3/2026) di lokasi

Nada serupa juga disampaikan warga lainnya yang sering melintas jalan Palasari yang semakin kehilangan kesabaran.

“Kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan, kami khawatir akan ada korban lagi. Kami minta Bina Marga jangan menunggu lebih lama. Harus ada tindakan nyata, terutama perbaikan drainase,” ungkap warga

Dari penelusuran tim media, sebelumnya telah ada komunikasi dengan tim Penangan banjir Dayeuhkolot yang menyebutkan bahwa usulan, kajian, dan langkah mitigasi telah berulang kali disampaikan kepada pihak terkait. Namun demikian, hingga saat ini, masyarakat menilai belum terlihat adanya tindak lanjut yang signifikan di lapangan.

Di sisi lain, upaya swadaya yang dilakukan masyarakat dan penangan banjir di wilayah RW 3 Palasari sempat menunjukkan hasil, di mana genangan air pada hujan terakhir relatif lebih cepat surut. Meski demikian, warga menilai langkah tersebut hanya bersifat sementara dan tidak akan mampu menyelesaikan persoalan tanpa penanganan menyeluruh di sepanjang Jalan Terusan Mohamad Toha.

Dari sudut pandang media, kondisi ini menjadi catatan serius. Banjir yang terus berulang, drainase yang tidak optimal, serta jalan rusak yang telah memakan korban jiwa, menunjukkan bahwa persoalan ini tidak bisa lagi dipandang sebagai kejadian biasa. Diperlukan langkah cepat, terukur, dan menyeluruh untuk mencegah risiko yang lebih besar.

Masyarakat kini tidak hanya mengeluhkan, tetapi secara terbuka mendesak adanya respons cepat dari Bina Marga Provinsi. Penanganan drainase, pengerukan saluran, hingga perbaikan jalan berlubang dinilai sudah menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa lagi ditunda.

Dengan kondisi yang terus berulang dan risiko yang nyata di depan mata, warga berharap Bina Marga Provinsi segera menunjukkan respons konkret di lapangan.

“Sebelumnya telah ada usulan, kajian, serta langkah mitigasi yang disampaikan melalui berbagai pihak terkait. Namun demikian, kami menilai belum terlihat adanya tindak lanjut yang signifikan di lapangan terutama dari pihak Bina Marga, Provinsi,” pungkas warga Palasari. (**)

Berita Terkait

Pentahelix Dayeuhkolot Jelaskan Dukungan CSR dan Dana Pribadi untuk Penanganan Lingkungan
Dorong Kualitas Layanan Publik, Bupati Bandung Bahas Optimalisasi RSUD Majalaya hingga Penataan Aset Daerah
Sampah Kiriman Menumpuk di Sungai, Pentahelix: Dayeuhkolot Bukan Muara Sampah
KNPI Kabupaten Bandung Launching Pelor Handal, Kadistan Dorong Pemuda Garap Ayam Petelur
Pandangan Umum Fraksi PSI: 4 Raperda Baru Harus Beri Manfaat Nyata, Bukan Sekadar Banyak Norma
Musdes Ketiga, Pemdes Malakasari Mantapkan Risalah Tanah Carik untuk Dukung Pembangunan
Distan Gelar Tani Verse, Dukung Lahirnya Generasi Baru Petani
Kades Marsel Farhan Taufik Sambut Baik Kunjungan KDM ke Jadek dan Cikahiyangan.

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rp701,28 Juta untuk Cipambuan! Dadang Darajat Launching Rehabilitasi Kantor Desa dan Dayeuh Pajajaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru