Visi Bandung Utama, Farhan Gambarkan Aspek Keterbukaan dan Inklusifitas Penataan Kota

Satunews.id

- Redaksi

Sabtu, 22 Februari 2025 - 15:33 WIB

5031 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id, kota bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memperkenalkan visi Bandung Utama dengan menekankan pentingnya keterbukaan dan inklusivitas dalam penataan kota. Salah satu aspek utama yang menjadi perhatian adalah sistem transportasi publik yang ramah bagi semua kelompok masyarakat.

“Keterbukaan yang kita usung adalah menghadirkan rasa aman, nyaman, dan inklusif bagi semua. Salah satu contohnya adalah dalam aspek transportasi publik,” ujar Farhan.

Menurutnya, transportasi publik menjadi simbol kesetaraan mobilitas bagi warga Bandung. Meskipun kepemilikan kendaraan pribadi dihargai sebagai bagian dari kenyamanan dan efisiensi kerja, mobilitas tetap harus dapat dinikmati oleh semua kalangan, termasuk pelajar, mahasiswa, orang tua, lansia, ibu dan anak-anak, serta kelompok disabilitas.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika transportasi publik di Kota Bandung dapat diakses oleh empat kelompok utama (lansia, disabilitas, perempuan, dan anak-anak) maka secara otomatis, transportasi itu dapat diakses oleh semua orang. Inilah makna keterbukaan yang tercermin dalam sistem transportasi publik di Bandung,” jelasnya.

Dalam waktu satu tahun ke depan, Pemerintah Kota Bandung berencana melakukan terobosan besar dalam pengelolaan transportasi. Salah satu langkah utama adalah penerapan sistem Bus Rapid Transit (BRT) yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Bank Dunia.

“Ini bukan sekadar pekerjaan biasa, karena mendapat dukungan dari Bank Dunia. Dengan ini, Bandung akan menjadi kota pertama di luar Jakarta yang menerapkan sistem BRT,” kata Farhan.

Tidak hanya terbatas di Kota Bandung, sistem BRT juga akan diperluas ke wilayah Cekungan Bandung atau Bandung Raya, yang mencakup Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.

Wilayah Sumedang menjadi bagian dari rencana ini karena memiliki populasi mahasiswa yang tinggi dan membutuhkan akses transportasi yang lebih baik.

Sebagai bagian dari pengembangan sistem ini, Pemkot Bandung juga berencana untuk memperbarui dan mengintegrasikan jaringan angkutan kota (angkot) ke dalam satu sistem berbasis digital. Dengan sistem ini, transaksi tunai akan dihapuskan, sehingga menciptakan pengalaman transportasi yang lebih efisien dan modern bagi masyarakat.

“Secara bertahap, transformasi ini akan membuat sistem transportasi di Bandung semakin canggih dan sederhana,” tutur Farhan.

(red)
Kepala Diskominfo Kota Bandung

Berita Terkait

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?
Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna
Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:04 WIB

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49 WIB

102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:20 WIB

PJI Sulsel Desak Kapolri Periksa Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal di Seba-Seba

Berita Terbaru