DBD Bisa Berakibat Fatal, RSUD Sumenep Menghimbau Masyarakat Akan Pentingnya 3M Plus

- Redaksi

Kamis, 6 Februari 2025 - 19:44 WIB

5061 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DBD Bisa Berakibat Fatal,
RSUD Sumenep Menghimbau Masyarakat Akan Pentingnya 3M Plus

DBD Bisa Berakibat Fatal, RSUD Sumenep Menghimbau Masyarakat Akan Pentingnya 3M Plus

DBD Bisa Berakibat Fatal,
RSUD Sumenep Menghimbau Masyarakat Akan Pentingnya 3M Plus

SUMENEP, SatuNews,id – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengalami peningkatan signifikan selama Januari 2025.

Berdasarkan data dari RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, tercatat sebanyak 100 pasien dirawat akibat DBD, terdiri dari 74 anak-anak dan 26 orang dewasa.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, dr. Erliyati, melalui Kasi Informasi RSUD, Erfin Sukayati, M.Kes, menyatakan bahwa peningkatan kasus ini perlu mendapat perhatian serius dari masyarakat.

“Musim hujan menjadi faktor utama melonjaknya kasus DBD. Genangan air yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan penyebab utama DBD,” ujarnya, Rabu (5/2/2025).

Sebagai langkah pencegahan, RSUD dr. H. Moh. Anwar mengimbau masyarakat untuk menerapkan 3M Plus adalah gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang dilakukan untuk mencegah penularan demam berdarah dengue (DBD). 3M Plus terdiri dari tiga langkah utama, yaitu menguras, menutup, dan mengubur.

Selain 3M, ada juga langkah tambahan (Plus) yang dapat di lakukan untuk memaksimalkan upaya pencegahan DPD, Yaitu: Menggunakan obat nyamuk, Menggunakan pakaian pelindung, Menjaga kebersihan lingkungan, Memakai lotion anti nyamuk, Merapikan tumpukan pakaian kotor, Memelihara tanaman pengusir nyamuk, Mengikuti program vaksinasi DBD dan melakukan fogging di daerah rawan.

Menurut Erfin Sukayati, fasilitas kesehatan siap melayani dan menangani pasien DBD, tetapi pencegahan tetap menjadi langkah utama dalam menekan angka kasus DBD bertambah.

“DBD bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat. Jika mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, sakit kepala, dan muncul bintik merah pada kulit, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” tegasnya.

Sementara itu, Erfin menghimbau kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Diharapkan, dengan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga pola hidup bersih serta menerapkan 3M Plus, Sehingga Penyebaran DBD di Sumenep dapat ditekan dan tidak bertambah,” tutupnya. (Ibnu H)**

Berita Terkait

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?
Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna
Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:04 WIB

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49 WIB

102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:20 WIB

PJI Sulsel Desak Kapolri Periksa Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal di Seba-Seba

Berita Terbaru