DAYEUHKOLOT ( SATUNEWS.ID ) — Tim Pentahelix Dayeuhkolot melakukan koordinasi bersama Satgas Citarum Harum, Kecamatan Dayeuhkolot, Kelurahan Pesawahan, Pemerintah Desa Cangkuang serta tokoh masyarakat setempat, Senin (21/9/2026).
Koordinasi tersebut dilakukan menyikapi adanya pemberitaan di media sosial mengenai tumpukan sampah di lokasi aliran Sungai Citepus yang berada di wilayah Dayeuhkolot.
Ketua Tim Pentahelix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, mengatakan berdasarkan hasil koordinasi dan analisis di lapangan, sebagian sampah yang menumpuk di lokasi tersebut merupakan sampah kiriman yang terbawa aliran sungai dari wilayah hulu.
“Dari hasil analisa di lapangan, sebagian besar sampah yang ada di lokasi ini merupakan sampah kiriman dari wilayah hulu yang terbawa aliran sungai. Namun, kita juga perlu melihat kondisi di sepanjang aliran sungai karena ada kemungkinan sampah berasal dari aktivitas di wilayah yang dilalui aliran tersebut,” ujar Tri.
Ia menjelaskan, kondisi medan di lokasi menjadi salah satu kendala sehingga pengangkatan sampah belum dapat dilakukan.
“Untuk pengangkatan sampah saat ini belum bisa dilakukan karena kondisi medan di lokasi tidak memungkinkan. Jadi kita tidak ingin memaksakan, karena faktor keselamatan juga harus menjadi pertimbangan,” katanya.
Tri menambahkan, persoalan sampah kiriman dari wilayah hulu sebenarnya sudah menjadi perhatian dan sebelumnya telah disampaikan dalam pertemuan lintas instansi.
“Beberapa bulan lalu kami sudah mengusulkan dalam pertemuan dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung dan dinas terkait agar di setiap titik perbatasan dipasang jaring penahan sampah,” ungkapnya.
Menurut Tri, pemasangan jaring di titik-titik perbatasan dapat menjadi salah satu langkah untuk menahan sampah yang terbawa dari wilayah hulu sebelum masuk lebih jauh ke wilayah Dayeuhkolot.
“Usulan itu kami sampaikan sebagai langkah antisipasi. Kalau ada jaring di titik perbatasan, sampah dari hulu bisa tertahan dan lebih mudah ditangani. Namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut yang kami terima terkait usulan tersebut,” jelasnya.
Ia berharap penanganan persoalan sampah di Sungai Citepus dapat dilakukan secara terpadu dengan melibatkan wilayah hulu dan hilir.
“Jadi jangan hanya menangani ketika sampah sudah menumpuk di hilir. Pencegahan dari hulu juga penting, sehingga penanganannya bisa dilakukan bersama-sama dan tidak terus berulang,” pungkas Tri.


























