Bupati Bandung Membuka Sosialisasi Pencegahan Radikalisme, Peran Guru BK Diperkuat

satu news 01

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 11:21 WIB

5023 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id 

BANDUNG — Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DALDUKPPA) menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan dan radikalisme di lingkungan sekolah.

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Peran Guru BK dalam Membangun Lingkungan Pendidikan yang Ramah, Aman, Inklusif dan Tangguh terhadap Radikalisme” tersebut berlangsung di Gedung Moh. Toha, Kompleks Pemda Kabupaten Bandung, Kamis (3/9/2026).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sosialisasi diikuti para guru Bimbingan dan Konseling (BK) tingkat SMP se-Kabupaten Bandung. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tenaga pendidik dalam mengenali, mencegah, serta menangani secara tepat berbagai potensi kekerasan, intoleransi, maupun pengaruh paham radikalisme di lingkungan pelajar.

Kegiatan dibuka oleh Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si., dengan dihadiri Kepala Dinas DALDUKPPA Kabupaten Bandung dr. Mulja Munadjat, M.M., M.H.Kes., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah, S.Sos., M.Si., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bandung Drs. Bambang Sukmawijaya, M.Si., Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Ema Dety Supriatna, S.Pd.I., M.M., serta para guru BK.

Dalam arahannya, Bupati Bandung menekankan pentingnya peran guru BK dalam memberikan pendampingan kepada siswa, membangun komunikasi yang terbuka, serta menanamkan nilai toleransi, kebinekaan, cinta damai dan semangat persatuan.

“Guru BK diharapkan memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan kepada siswa, membangun komunikasi yang terbuka, serta menanamkan nilai toleransi, kebinekaan, cinta damai dan semangat persatuan,” ujar Dadang Supriatna.

Menurutnya, lingkungan pendidikan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui pendekatan edukatif, komunikasi yang baik, serta pendampingan terhadap siswa.

Melalui kegiatan tersebut, para guru BK diharapkan mampu mengenali lebih awal perubahan perilaku maupun pengaruh lingkungan yang berpotensi mendorong siswa pada sikap intoleran, kekerasan, maupun paham ekstrem.

Selain lingkungan pergaulan, penggunaan media sosial juga menjadi salah satu perhatian dalam upaya pencegahan. Para siswa perlu dibekali pemahaman agar mampu menggunakan media sosial secara bijak, kritis dalam menerima informasi, serta tidak mudah terpengaruh oleh konten yang mengandung kekerasan, intoleransi atau ajakan yang dapat mengancam persatuan.

Upaya tersebut, kata dia, tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Pencegahan juga membutuhkan dukungan orang tua, masyarakat, pemerintah, serta seluruh pihak terkait.

Sementara itu, Kepala Dinas DALDUKPPA Kabupaten Bandung dr. Mulja Munadjat, M.M., M.H.Kes., mengatakan penguatan peran guru BK merupakan bagian penting dari sistem pencegahan kekerasan dan radikalisme di lingkungan pendidikan.

Menurut Mulja, guru BK memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan siswa dan dapat melakukan pengamatan terhadap perubahan perilaku maupun kondisi psikologis yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi dari Satori, S.H., M.H., dari Densus, yang memberikan pemahaman terkait upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham radikalisme di lingkungan pendidikan.

Melalui sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah dan masyarakat, Pemkab Bandung berharap para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, kritis, toleran, cinta damai, serta memiliki semangat menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Berita Terkait

Pentahelix Dayeuhkolot Jelaskan Dukungan CSR dan Dana Pribadi untuk Penanganan Lingkungan
Dorong Kualitas Layanan Publik, Bupati Bandung Bahas Optimalisasi RSUD Majalaya hingga Penataan Aset Daerah
Sampah Kiriman Menumpuk di Sungai, Pentahelix: Dayeuhkolot Bukan Muara Sampah
KNPI Kabupaten Bandung Launching Pelor Handal, Kadistan Dorong Pemuda Garap Ayam Petelur
Pandangan Umum Fraksi PSI: 4 Raperda Baru Harus Beri Manfaat Nyata, Bukan Sekadar Banyak Norma
Musdes Ketiga, Pemdes Malakasari Mantapkan Risalah Tanah Carik untuk Dukung Pembangunan
Distan Gelar Tani Verse, Dukung Lahirnya Generasi Baru Petani
Kades Marsel Farhan Taufik Sambut Baik Kunjungan KDM ke Jadek dan Cikahiyangan.
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Lapas Kelas I Palembang Laksanakan Rekredensialing Klinik Pratama Bersama BPJS Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru