Ratusan anggota Paguyuban Asep Dunia berkumpul dalam Konferensi Asep Asep (KAA) ke-7 yang digelar di Gedung Pusat Kebudayaan Jawa Barat, Jalan Naripan, Kota Bandung, Sabtu (9/11/2026).
Mengusung tema besar *”Asep Bersatu, Indonesia Maju”*, konferensi tahun ini menegaskan lima pilar gerakan paguyuban, yakni: *Iman Dikuatkan, Sosial Digerakan, Budaya Dilestarikan, Ekonomi Dimajukan, dan Pendidikan Dicerdaskan.*
Acara ini menjadi ajang silaturahmi akbar bagi para penyandang nama Asep dari berbagai daerah, sekaligus forum untuk memperkuat persatuan dan merumuskan program nyata bagi masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana KAA ke-7, *Asep Ruslan*, menjelaskan bahwa Konferensi Asep Asep bukan sekadar kumpul nama yang sama, tetapi wadah persaudaraan yang memiliki visi sosial dan kebangsaan.

“Yang namanya Asep itu harus bersatu. Kalau Asep sudah bersatu, kita bisa berbuat banyak untuk Indonesia. Iman kita kuatkan, sosial kita gerakkan, budaya kita lestarikan, ekonomi kita majukan, dan pendidikan kita cerdaskan,” ujar Asep Ruslan saat diwawancarai di lokasi acara.
Menurut Asep Ruslan, lima pilar tersebut akan menjadi pedoman gerakan Paguyuban Asep Dunia ke depan. Paguyuban tidak hanya ingin dikenal sebagai komunitas kedaerahan, tetapi juga sebagai organisasi yang aktif berkontribusi dalam bidang keagamaan, sosial, budaya, ekonomi, hingga pendidikan.
“Jangan sampai paguyuban ini hanya jadi tempat kumpul-kumpul saja. Harus ada manfaatnya. Ada pengajian untuk menguatkan iman, ada bakti sosial untuk menggerakkan kepedulian, ada pelestarian budaya Sunda, ada pemberdayaan ekonomi anggota, dan ada beasiswa atau pembinaan pendidikan untuk anak-anak Asep,” tegasnya.
Ia menambahkan, KAA ke-7 ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota dari berbagai wilayah, sekaligus memilih arah kepengurusan dan program kerja ke depan agar lebih solid dan terstruktur.
Suasana konferensi berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan. Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari pembukaan, musyawarah, hingga penampilan seni budaya Sunda.
Asep Ruslan berharap, melalui konferensi ini, seluruh Asep di Indonesia bahkan dunia bisa semakin kompak dan menjadi teladan dalam menjaga persatuan.
“Asep Bersatu, Indonesia Maju itu bukan hanya slogan. Itu komitmen kita. Kalau kita bersatu dan saling mendukung, Insya Allah kita bisa ikut memajukan Indonesia dari hal-hal kecil di lingkungan kita masing-masing,” pungkasnya.
*nengsih*


























