Hampir 200 Pecatur Serbu BCBS Seri II, Drs. H. Mulyadi Bidik Lahirnya Bibit Juara Catur Indonesia
Satunews.id, Bogor – Bukan sekadar adu strategi di atas papan hitam-putih, kompetisi catur Balad Catur Bumi Sultan (BCBS) Seri II menjadi panggung silaturahmi sekaligus pembuktian kemampuan para pecatur lintas daerah. Digelar di Rumah Aspirasi Bumi Sultan, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, pada 16–17 Oktober 2026, turnamen ini menyedot antusiasme hampir 200 peserta dari berbagai wilayah.
Peserta datang dari Kabupaten Bogor, sejumlah daerah di Jawa Barat, DKI Jakarta hingga Provinsi Banten. Antusiasme tersebut memperlihatkan bahwa catur bukan hanya permainan strategi, tetapi juga ruang kompetisi, pembinaan kemampuan, dan peluang melahirkan atlet berprestasi.

Anggota DPR RI, Drs. H. Mulyadi, MMA, menegaskan bahwa kompetisi BCBS Seri II merupakan bagian dari komitmen Rumah Aspirasi Bumi Sultan untuk menghadirkan kegiatan positif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya para pencinta olahraga catur.
Gratis untuk Peserta, Total Hadiah Rp30 Juta Daya tarik kompetisi ini semakin kuat karena peserta tidak dipungut biaya pendaftaran, sementara total hadiah yang disediakan mencapai Rp30 juta. Turnamen dibagi ke dalam empat kategori, yakni perorangan khusus, perorangan umum, grup khusus, dan grup umum.

Kategori khusus diperuntukkan bagi peserta yang memiliki KTP Kabupaten Bogor, sedangkan kategori umum terbuka bagi pecatur dari berbagai daerah. Skema tersebut memberikan ruang bagi pecatur lokal untuk berkompetisi sekaligus membuka kesempatan beradu kemampuan dengan peserta dari luar daerah.
“Yang pertama tentu membangun silaturahmi, khususnya bagi para pencinta catur. Alhamdulillah, peserta bukan saja dari sekitar Kabupaten Bogor, tetapi juga dari beberapa kota, bahkan ada yang datang dari Provinsi Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta,” ujar Drs. H. Mulyadi, MMA.
Menurut Mulyadi, besarnya partisipasi peserta menjadi modal penting untuk membangun komunitas catur yang lebih solid. Namun, lebih dari sekadar ramainya turnamen, ia berharap kompetisi ini mampu mendorong peningkatan kualitas permainan dan membuka jalan bagi lahirnya pecatur berprestasi.
“Ini menjadi ajang bagi para pencinta catur untuk menyalurkan hobinya dan membangun kemampuan masing-masing, sehingga ke depan kualitas permainan semakin baik dan mampu melahirkan prestasi,” katanya.
Dari Papan Catur Menuju Pembinaan Prestasi Kompetisi BCBS Seri II tidak hanya menjadi arena memperebutkan hadiah. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi para pecatur untuk menguji strategi, memperluas pengalaman bertanding, serta membangun mental kompetitif.
Bagi Kabupaten Bogor, partisipasi pecatur lokal dalam ajang yang mempertemukan peserta lintas daerah menjadi peluang untuk melihat potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Tantangan berikutnya adalah bagaimana antusiasme tersebut dapat berkelanjutan melalui pembinaan, kompetisi rutin, dan dukungan terhadap para pecatur berbakat.

Mulyadi berharap kegiatan serupa terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga catur di Tanah Air.
“Harapannya silaturahminya semakin baik, pergaulan, jaringan dan pertemanan di antara pencinta catur semakin luas. Dan tentu harapan terakhir, kita bisa memberikan kontribusi untuk meningkatkan kecintaan maupun prestasi di dunia catur Indonesia,” tuturnya.
Doa untuk Presiden Prabowo di Tengah Kompetisi Di sela-sela kegiatan, penyelenggara juga menggelar doa bersama dalam rangka memperingati ulang tahun ke-75 Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang jatuh pada 17 Oktober 2026.
Mulyadi menyampaikan harapan agar Presiden senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, perlindungan, serta kelancaran dalam menjalankan amanah kepemimpinan nasional.
“Kita tadi juga melaksanakan doa bersama, sharing dan kegiatan lainnya. Hari ini bertepatan dengan ulang tahun Presiden kita, Bapak Haji Prabowo Subianto yang ke-75. Kita mendoakan beliau sebagai pemimpin bangsa agar diberikan kekuatan, kesehatan, perlindungan dan kesuksesan dalam menjalankan amanah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kehadiran Rumah Aspirasi Bumi Sultan tidak terbatas pada kegiatan olahraga. Berbagai aktivitas sosial, dakwah, dan kegiatan kemasyarakatan juga terus dijalankan sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan dengan warga.
“Tentu ini adalah tanggung jawab saya sebagai anggota DPR RI untuk terus hadir di tengah masyarakat, berbagi kebahagiaan, mengurangi beban kehidupan dan bersama-sama menjaga suasana kemakmuran masyarakat,” jelasnya.
Seri Kedua, Tantangan Menjaga Konsistensi Memasuki penyelenggaraan seri kedua, kompetisi BCBS menunjukkan kesinambungan kegiatan yang mendapat sambutan masyarakat. Bagi Mulyadi, respons positif tersebut menjadi dorongan untuk terus menghadirkan ruang kegiatan yang bermanfaat dan memperkuat kebersamaan.
“Kita sudah seri kedua, artinya ini sudah memasuki tahun kedua. Rumah Aspirasi ini selain mengadakan kegiatan catur, juga melaksanakan kegiatan dakwah, kegiatan sosial, dan berbagai event lainnya yang terus dilakukan karena mendapatkan animo masyarakat yang sangat baik,” pungkasnya.
Dengan hampir 200 peserta, pendaftaran gratis, serta total hadiah Rp30 juta, BCBS Seri II menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem catur di Kabupaten Bogor dan sekitarnya.
Antusiasme peserta menjadi awal yang menjanjikan. Ke depan, konsistensi penyelenggaraan dan keberlanjutan pembinaan akan menjadi faktor penting agar kompetisi semacam ini tidak berhenti sebagai ajang pertandingan, tetapi berkembang menjadi salah satu pintu lahirnya pecatur potensial yang mampu mengukir prestasi di tingkat regional maupun nasional.
(Aminah)


























