SATUNEWS.ID
DAYEUHKOLOT — Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengunjungi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Cangkuang Wetan, Kabupaten Bandung. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pemantauan pelaksanaan KDKMP agar berjalan sesuai tujuan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kamis (15/10/2026).
Bima Arya mengatakan, terdapat 307 titik KDKMP yang dikunjungi para menteri dan wakil menteri untuk memastikan program tersebut berjalan lancar.
“Kuncinya di sini adalah kolaborasi antara kepala desa, ketua koperasi dan manajer. Tiga inilah penggerak dari KDKMP,” ujar Bima.
Menurutnya, ketiga unsur tersebut harus memastikan dukungan dari berbagai BUMN. Ia mengapresiasi dukungan PLN yang memungkinkan warga membeli token listrik di KDKMP, Bulog melalui penyediaan beras SPHP, serta Pertamina yang memasok gas.
Selain menyediakan kebutuhan tersebut, KDKMP juga mulai didukung sarana distribusi untuk mengangkut dan mengantarkan barang sesuai pesanan warga.
Bima menegaskan, KDKMP bukan toko retail seperti minimarket. Menurut dia, KDKMP merupakan infrastruktur pemerintah yang berfungsi menyalurkan bantuan pemerintah serta barang-barang bersubsidi kepada masyarakat.
“Ini langkah awal. Tentunya kami akan terus mengevaluasi,” katanya.
Ia mengatakan, evaluasi diperlukan untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat di masing-masing titik KDKMP. Sejumlah pengelola maupun masyarakat, kata dia, telah menyampaikan usulan penambahan pasokan, termasuk gas dan obat-obatan.
“Nanti pasti kita akan evaluasi untuk kembali memperbaiki supply-nya,” ujar Bima.
Terkait kemungkinan KDKMP menjadi salah satu saluran pembayaran gaji maupun pensiun ASN, Bima menegaskan hal tersebut masih sebatas opsi yang dimungkinkan ke depan.
“Menyalurkan gaji ASN lewat KDKMP itu adalah salah satu opsi saja. Jadi ke depannya dimungkinkan, tapi bukan berarti seluruhnya kemudian menyalurkan lewat KDKMP,” katanya.
Menurut Bima, kemungkinan tersebut masih membutuhkan proses panjang, terutama untuk memastikan kesiapan kelembagaan serta koordinasi dengan berbagai pihak.
“Bisa saja untuk ke depannya dimungkinkan, terbuka kemungkinan menjadi salah satu outlet untuk menyalurkan gaji termasuk pensiun dari ASN,” ucapnya.
(Asp)


























