Satunews.id
DAYEUHKOLOT, – Surat Edaran Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Kecamatan Dayeuhkolot Nomor: 146/SE/Pentahelix/Dyk/IX/2026 menuai reaksi keras. Ketua Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Kecamatan Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, menyayangkan masih adanya sebagian pihak yang terkesan acuh dan tidak menghiraukan imbauan kerja bakti pembersihan drainase tersebut. Minggu (20/9/2026).
Tri Rahmanto secara tegas menyatakan bahwa imbauan yang dikeluarkan pemerintah dan tim penanganan banjir bukanlah sekadar formalitas atau ajang pencitraan semata.
”Surat edaran ini kami keluarkan bukan untuk sekadar eksis (ksen), melainkan sebagai langkah nyata meminimalisasi potensi bencana banjir di wilayah Dayeuhkolot, terutama dalam mengantisipasi tumpukan sampah kiriman yang kerap menyumbat saluran air,” tegas Tri Rahmanto dengan nada keras di lokasi
Ia menambahkan, kesadaran dan kepekaan seluruh elemen sangat dibutuhkan mengingat ancaman banjir dapat merugikan semua pihak tanpa terkecuali.
”Sangat disayangkan jika masih ada sebagian yang tidak menghiraukan edaran ini. Ingat, pembersihan saluran ini bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, tetapi demi keselamatan dan kepentingan seluruh masyarakat Dayeuhkolot!” lanjutnya.
Di tengah sikap apatis sebagian pihak, aksi nyata justru ditunjukkan oleh Perhimpunan Remaja Mesjid (PRIMA) Citeureup. Bersama Tim Pentahelix, para pemuda ini langsung turun ke lapangan melakukan aksi bersih-bersih massal.
Fokus aksi gotong royong tersebut menyasar pada pembersihan tumpukan sampah dan sedimentasi yang menggenang di saluran drainase RW 16 serta aliran air di sekitar area PT Bulog RW 10, Kecamatan Dayeuhkolot.
Perwakilan PRIMA Citeureup Kang Adi menegaskan, keterlibatan remaja masjid merupakan bentuk sindiran halus sekaligus aksi nyata bahwa pemuda peduli terhadap ancaman banjir.
“Penumpukan sampah di lokasi RW 16 dan area PT Bulog RW 10 dinilai sangat vital dan harus segera ditangani agar aliran air lancar saat debit meningkat,” tambahnya.
Melalui aksi ini, imbuh Adi, Tim Pentahelix dan PRIMA Citeureup mengetuk kesadaran seluruh pihak dan warga Dayeuhkolot untuk tidak saling melempar tanggung jawab.
“Menjaga kebersihan drainase dan mengelola sampah adalah tugas bersama demi mencegah bencana tahunan melanda lingkungan pemukiman,” pungkans nya.
(Asp)


























