Satunews.id
DAYEUHKOLOT — Pentahelix Dayeuhkolot bersama mahasiswa Telkom University dan Relawan PRIMA Citeureup membagikan masker kepada siswa dan warga sekolah di tiga sekolah dasar negeri, yakni SD Negeri 8, SD Negeri 9, dan SD Negeri 12 Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah edukasi sekaligus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya lingkungan sekolah, terhadap potensi dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Aksi pembagian masker ini merupakan bagian dari upaya menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna Nomor 300.2.3/012/2035/BPBD tentang Kesiapsiagaan Masyarakat Kabupaten Bandung terhadap Potensi Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Ketua Pentahelix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, mengatakan, langkah sederhana seperti penggunaan masker perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat, terutama anak-anak yang berada di lingkungan sekolah.
“Kami ingin memberikan edukasi sekaligus mengingatkan bahwa kesiapsiagaan harus dimulai dari lingkungan terdekat. Masker ini bukan hanya untuk dibagikan, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi agar anak-anak memahami pentingnya melindungi diri ketika terjadi sebaran abu vulkanik,” ujar Tri.
Menurutnya, Pentahelix Dayeuhkolot tidak hanya berfokus pada penanganan persoalan lingkungan dan banjir, tetapi juga berupaya ikut mengambil bagian dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.
“Kami bersama mahasiswa dan relawan berusaha hadir di tengah masyarakat. Harapannya, edukasi seperti ini dapat meningkatkan kesadaran warga untuk tetap tenang, waspada, serta mengikuti informasi dan arahan dari pemerintah maupun instansi terkait,” tambahnya.
Sebelumnya, imbuh Tri, Pemerintah Kabupaten Bandung juga telah menyampaikan langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi sebaran abu vulkanik, termasuk imbauan penggunaan masker dan peningkatan perlindungan bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, Pentahelix Dayeuhkolot berharap edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana dapat terus diperluas, terutama di lingkungan sekolah dan masyarakat wilayah Dayeuhkolot, sehingga masyarakat memiliki pengetahuan dan kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi kondisi darurat,”tutupnya
(Asp).


























