Harga Kedelai Naik, Pemkot Bandung Dorong Efisiensi dan Jaga Keberlangsungan Produksi Tahu Tempe

Satunews.id

- Redaksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:05 WIB

505 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Kedelai Naik, Pemkot Bandung Dorong Efisiensi dan Jaga Keberlangsungan Produksi Tahu Tempe

Satunews.id, Kota Bandung, 13 Juni 2026 – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menaruh perhatian serius terhadap kenaikan harga kedelai yang terus mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap para perajin tahu dan tempe yang menjadi salah satu penopang ekonomi kerakyatan sekaligus penyedia sumber protein terjangkau bagi masyarakat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa harga kedelai saat ini telah menembus angka di atas Rp10.000 per kilogram dan mendekati Rp11.000 per kilogram. Menurutnya, kenaikan tersebut dipengaruhi oleh kondisi pasar global karena sebagian besar kebutuhan kedelai nasional masih bergantung pada impor.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harga kedelai saat ini sudah berada di atas Rp10.000 per kilogram, bahkan mendekati Rp11.000. Karena merupakan komoditas impor, pergerakan harganya sangat dipengaruhi mekanisme pasar global,” ujar Farhan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jumat (12/6/2026).

Farhan menjelaskan, pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam mengendalikan harga komoditas impor. Namun demikian, Pemkot Bandung terus berupaya mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan usaha para perajin tahu dan tempe agar tetap dapat berproduksi.

Salah satu langkah yang didorong adalah peningkatan efisiensi produksi di tingkat pelaku usaha. Upaya tersebut diharapkan mampu membantu perajin menghadapi tekanan biaya bahan baku tanpa harus menghentikan aktivitas usahanya.

“Kami mengimbau para perajin tahu dan tempe untuk melakukan efisiensi dalam proses produksi. Yang paling penting, kegiatan produksi jangan sampai berhenti,” katanya.

Selain mendorong efisiensi, Pemkot Bandung juga berupaya menjaga kelancaran distribusi serta akses pemasaran produk tahu dan tempe di berbagai wilayah. Stabilitas rantai pasok dinilai penting untuk memastikan produk tetap tersedia dan mudah dijangkau masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah juga berkomitmen menjaga daya beli masyarakat agar konsumsi produk berbahan dasar kedelai tetap terjaga meskipun terjadi kenaikan harga.

“Kita harus menjaga keseimbangan antara harga dan kemampuan masyarakat untuk membeli. Tahu dan tempe merupakan kebutuhan penting yang harus tetap terjangkau,” ujar Farhan.

Menurutnya, industri tahu dan tempe memiliki peran strategis tidak hanya sebagai sumber pangan bergizi, tetapi juga sebagai sektor usaha yang menyerap banyak tenaga kerja dan mendukung perekonomian masyarakat.

Karena itu, Farhan mengajak para pelaku usaha untuk tetap optimistis dan mampu beradaptasi dengan dinamika pasar yang terus berubah. Pemerintah, kata dia, akan terus hadir melalui berbagai kebijakan yang mendukung keberlangsungan usaha masyarakat.

“Yang terpenting adalah memastikan produksi tahu dan tempe tetap berjalan, sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi dan roda perekonomian tetap bergerak,” pungkasnya.

(drj)

Berita Terkait

Pemkot Bandung Percepat Revitalisasi Bandung Zoo, Ditargetkan Kembali Beroperasi dalam Waktu Kurang dari Satu Tahun
Pemkot Bandung dan Forkopimda Intensifkan Patroli Gabungan, Pastikan Kota Aman dan Kondusif Selama Libur Sekolah
Desa Ciangsana Jadi Sorotan Akademisi Internasional! Dekan Universiti Putra Malaysia Turun Langsung Pelajari Tata Kelola Desa Berbasis Data Presisi
Disiplin ASN Tetap Prioritas, Wali Kota Bandung: Euforia Piala Dunia 2026 Jangan Ganggu Pelayanan Publik
Pemkot Bandung Gerak Cepat Tangani Longsoran Tebing Dago Bengkok, Keselamatan Pengguna Jalan Jadi Prioritas
Warung Orang Tua Siswa SSB Alaska Cikempong Dibobol Maling, Gudang Dijebol, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah
Pemkot Bandung Perketat Penertiban Penyakit Masyarakat, Ribuan Botol Miras Ilegal Disita dan Lokasi Rawan Diawasi
Waspada Judi Online Berkedok Sepak Bola, Pemkot Bandung Tegaskan Sanksi Berat bagi ASN yang Terlibat

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:22 WIB

Kang DS: Jangan Saling Menyalahkan, Saatnya Bersama Tuntaskan Persoalan Dayeuhkolot.

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:35 WIB

Kadisdik Kabupaten Bandung Monitoring SPMB, Pastikan Proses Berjalan Objektif dan Transparan

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:09 WIB

Sukses Menangi Pileg 2024, KDS Kembali Pimpin PKB Kabupaten Bandung

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:52 WIB

9th Anniversary MC.BDG Nawawarna, Wadah Profesional MC Bandung Kian Berkembang

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:25 WIB

Bandung Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Tenis Meja ASEAN, 114 Atlet dari 6 Negara Bertanding

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:54 WIB

Ketua DPRD Kab Bandung Renie Rahayu Gelar Program Boling, Serap Aspirasi Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:53 WIB

PENGUKUHAN KEPENGURUSAN PENCAK SILAT MILITER DI WILAYAH KODAM III/SILIWANGI, PERKUAT PELESTARIAN BUDAYA DAN JIWA BELA NEGARA

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:25 WIB

DPP PCMI dan DPP LSM PMPRI Tegaskan Komitmen Mengawal Keadilan bagi Masyarakat Indonesia

Berita Terbaru