Fungsi Primer Suami Bukan Hanya Nafkah: Renungan KH. Maimun Zubair untuk Pasangan Muda

satu news 01

- Redaksi

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:48 WIB

50154 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam Islam, rida suami menjadi jalan ampunan bagi istri. Rumah tangga bukan sekadar urusan materi, tapi ladang saling menyelamatkan dari neraka.

*Bandung* – Perceraian sering kali bermula dari kekecewaan yang menumpuk. Seorang istri merasa lelah menanggung beban ekonomi karena suami tidak bekerja. Ia ingin berpisah. Namun jawaban seorang ulama besar mengubah cara pandangnya.

Kisah ini disampaikan KH. Maimun Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen. Seorang ibu datang kepadanya mengeluh tentang suami yang tidak punya pekerjaan, tidak kreatif, dan dianggap tidak bisa menjadi pemimpin bagi anak-anaknya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bagaimana nanti masa depan anak-anak saya kalau ayahnya seperti itu? Saya harus mencari nafkah capek-capek, sementara dia santai saja di rumah,” ujar sang ibu.

Jangan Salah Menempatkan Fungsi

Menjawab kegelisahan itu, KH. Maimun mengibaratkan suami seperti kulkas.

“Jika kulkas dipakai sebagai lemari pakaian, ya jelas tidak akan puas. Tidak muat banyak, tidak ada gantungan, tidak bisa dikunci, malah boros listrik. Nah, itulah jika sebuah produk digunakan tidak sesuai fungsinya,” ujarnya.

Menurut beliau, banyak istri yang menuntut suami menjalankan fungsi sekunder, bahkan tersier, sementara fungsi primernya justru dilupakan.

“Fungsi primer suami adalah menjadi tameng bagi dosa-dosa istrinya di neraka. Saat seorang istri memperoleh rida suaminya, maka dosa-dosanya diampuni oleh Allah karena keridaan itu,” jelas KH. Maimun.

Beliau mengutip hadis sahih:

“Seorang istri yang meninggal dunia dalam keadaan suaminya rida kepadanya, maka ia akan masuk surga.” [HR. Tirmidzi]

Nafkah Hati Lebih Utama dari Nafkah Perut

KH. Maimun menegaskan, jika suami tidak bekerja, hal itu tidak menghapus statusnya sebagai suami. Selama akad nikah masih terjaga, ia tetap menjadi perisai bagi istrinya di akhirat.

“Jika ibu yang mencari nafkah, itu tidak masalah. Semua harta yang ibu berikan untuk anak dan rumah tangga dihitung sebagai sedekah yang sangat mulia, bahkan lebih mulia daripada sedekah kepada anak yatim,” katanya.

Sebab sedekah kepada keluarga adalah sedekah yang paling utama, karena mereka terikat akad nikah dan menjadi bagian dari diri sendiri.

Teladan Istri Fir’aun

Menjawab pertanyaan tentang suami yang zalim atau melakukan KDRT, KH. Maimun mengingatkan bahwa kezaliman akan kembali kepada pelakunya.

“Pernah dengar istri Fir’aun masuk surga? Apa kurang zalim Fir’aun? Namun istrinya, Asiyah, tetap bersabar. Doa terakhirnya diabadikan dalam Al-Qur’an:

‘Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu di surga, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya.’ [QS. At-Tahrim: 11],” ujarnya.

Islam tidak menutup jalan bagi istri yang mengalami kezaliman berat. Namun selama masih ada ruang untuk bersabar dan memperbaiki, menjaga akad nikah adalah pilihan yang lebih selamat.

Pengingat untuk Generasi Muda

Kisah ini menjadi pengingat penting bagi muslim dan muslimat, baik yang baru menikah maupun yang sudah lama berumah tangga.

Bagi pemuda-pemudi yang akan menikah, carilah pasangan yang bisa menjaga agamamu. Bagi yang sudah berkeluarga, koreksilah harapan: apakah kita sudah membantu pasangan menjalankan fungsi primernya menuju surga?

Perkawinan dalam Islam adalah _mitsaqan ghaliza_, perjanjian yang berat. Ia bukan hanya tempat berbagi nafkah, tapi tempat saling menyelamatkan dari api neraka.

“Jangan jadikan rumah tangga hanya arena menuntut hak. Jadikan ia madrasah pertama, tempat suami belajar menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, dan istri belajar menjadi jalan ampunan bagi dirinya sendiri,” tutup KH. Maimun.

*Redaksi Satu News*

Disarikan dari kisah KH. Maimun Zubair untuk bahan renungan rumah tangga umat Islam. 

Berita Terkait

Warga Demo Peternakan Bebek di Rawailat, Diduga Tak Berizin dan Cemari Lingkungan, DLH Kabupaten Bogor Diminta Bertindak Tegas
Dana Umat Harus Terasa Manfaatnya, BPKH Gandeng Rumah Yatim Berdayakan Anak Yatim di Jabar
Sasar Peredaran Miras,Kapolres Pasuruan Kota Bersama Walikota Gelar Operasi Gabungan Di Sejumlah Tempat Hiburan Malam
Farhan: Knalpot Bising Sudah Ada Aturannya, Warga Jangan Ragu Tegur Tetangga
Farhan Turun ke Cipadung, Pastikan Rutilahu, Sampah, dan Drainase Segera Dibereskan
Pemdes Bojongkokosan Realisasikan Dana Desa Tahun 2026 untuk Pembangunan Rabat Beton Jalan
Konferensi Asep Asep ke-7 Digelar di Bandung, Usung Semangat “Asep Bersatu, Indonesia Maju.
Pemprov Jabar Bangun 21 Unit Rumah Bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Majalengka

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 16:38 WIB

Farhan Turun ke Cipadung, Pastikan Rutilahu, Sampah, dan Drainase Segera Dibereskan

Rabu, 4 November 2026 - 09:58 WIB

Dukcapil Lebong Genjot Perekaman KTP-el Sambut Pilkades Serentak di 78 Desa Tahun 2026

Rabu, 4 November 2026 - 03:04 WIB

Tiga jenderal jadi tersangka penyadapan presiden, termasuk mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 23:39 WIB

Perkuat Kamtibmas, Kapolda Jabar Irjen Hengki Silaturahmi ke Pemprov Jabar di Gedung Sate

Selasa, 3 November 2026 - 23:29 WIB

Pemkot Bandung Tertibkan PKL Bundaran Cibiru: Tanpa Kompensasi, Dagang Boleh Tapi Harus Tertib

Selasa, 3 November 2026 - 23:24 WIB

48 Bangli di Soekarno-Hatta Ditertibkan, Pemkot Bandung Kembalikan Fungsi Trotoar dan Drainase

Senin, 2 November 2026 - 14:31 WIB

Wagub Jabar Erwan Setiawan Lepas ASN Purna Tugas di Gedung Sate

Minggu, 1 November 2026 - 23:45 WIB

Kejati Jabar Gelar Bazar Lelang Barang Bukti dan Rampasan di Momentum Car Free Day

Berita Terbaru