Thailand dan Kota Bandung Resmikan Paviliun Bersejarah di Curug Dago, Simbol Persahabatan Seabad Dua Bangsa

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 23 Juli 2025 - 14:24 WIB

5028 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bandung, Satunews.id – Pemerintah Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat bersama Kedutaan Besar Kerajaan Thailand untuk Indonesia dan PTTEP Indonesia meresmikan Paviliun Thailand dan jalur pejalan kaki (petway) yang akan direnovasi di kawasan Curug Dago, Rabu, 23 Juli 2025.

Peresmian ini menjadi bagian dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Thailand dan Indonesia, serta memperingati ulang tahun Raja Thailand, Rama X.

Acara yang berlangsung khidmat namun hangat ini dihadiri oleh Duta Besar Thailand untuk Indonesia Mr. Prapan Disyatat, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, General Manager PTTEP Indonesia Khun Grinchai, perwakilan dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, serta komunitas pelestari budaya setempat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Duta Besar Thailand untuk Indonesia, Mr. Prapan Disyatat, dalam sambutannya menyampaikan, Paviliun Thailand di Curug Dago menyimpan nilai sejarah yang sangat penting. Di paviliun tersebut terdapat dua batu besar yang menjadi saksi kunjungan Raja Thailand ke Nusantara.

“Raja Rama V mengunjungi tempat ini pada tahun 1901 dan mengukir tanda tangannya di batu. Putra beliau, yang kemudian menjadi Raja Rama VII, juga mengukir namanya di batu yang lain,” ujar Dubes Prapan.

Ia menyebutkan, keberadaan prasasti ini menjadi simbol eratnya hubungan sejarah antara Thailand dan Indonesia, khususnya Kota Bandung.

Ia berterima kasih kepada Dinas Kehutanan Jawa Barat dan komunitas lokal yang telah menjaga situs bersejarah ini.

Tak lupa, Dubes Prapan juga memberikan penghormatan kepada warga Bandung yang selama ini berperan dalam pelestarian sejarah, termasuk penulis buku sejarah kunjungan Raja Rama V, dan penemu kembali prasasti.

Sedangkan, General Manager PTTEP Indonesia Khun Grinchai menyampaikan, restorasi kawasan Curug Dago merupakan bentuk komitmen perusahaan energi asal Thailand itu dalam pelestarian lingkungan, sejarah, dan budaya.

“Kami meyakini bahwa keberlanjutan bukan hanya soal energi, tetapi juga tentang manusia, budaya, dan lingkungan,” kata Khun.

Menurutnya, PTTEP telah terlibat dalam mendukung pembangunan dan pemeliharaan kawasan ini sejak 20 tahun lalu.

Dalam renovasi terbaru, PTTEP mendukung pembangunan ulang jalur akses, paviliun, serta ruang publik yang ramah lingkungan untuk kenyamanan pengunjung lokal maupun internasional.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang terjalin dengan baik antara Pemerintah Kota Bandung, PTTEP, dan Kedutaan Thailand.

“Curug Dago adalah ruang terbuka hijau yang memiliki nilai sejarah dan edukatif. Kita jaga bersama-sama,” kata Farhan.

Ia juga memperkenalkan sejumlah tokoh lokal yang berjasa dalam merawat kawasan ini, termasuk Mang Kuncung sebagai tokoh pejuang kebersihan, serta Pak Omas yang ia sebut sebagai “Indiana Jones dari Curug Dago”.

Farhan juga menyinggung pentingnya belajar dari budaya kerja Thailand yang efisien dan tertib. Ia berharap Bandung ke depan bisa menjadi kota yang tidak hanya bersih, tetapi juga berbudaya tertib seperti masyarakat Bangkok.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengapresiasi restorasi situs Curug Dago sebagai langkah konkret dalam memperkuat hubungan budaya dan diplomatik antara Thailand dan Indonesia.

“Paviliun ini adalah monumen persahabatan yang abadi. Nilainya tinggi, bukan hanya bagi sejarah, tetapi juga untuk pariwisata berkelanjutan,” ujar Herman.

Ia menegaskan bahwa renovasi yang dilakukan sejak 2024 bersama PTTEP dan Dinas Kehutanan Jawa Barat telah memberi dampak positif dalam meningkatkan daya tarik Curug Dago, baik secara historis maupun ekologis.

Peresmian Paviliun Thailand dan jalur pejalan kaki Curug Dago ini bukan hanya perayaan atas infrastruktur yang diperbarui, melainkan sebuah pengingat akan pentingnya menjaga warisan sejarah dan mempererat diplomasi budaya.

Dengan keberadaan dua prasasti peninggalan Raja Thailand dan semangat pelestarian yang diusung bersama, kawasan Curug Dago kini tidak hanya menjadi destinasi wisata alam, tetapi juga ruang kontemplatif yang menyatukan nilai sejarah, ekologi, dan persahabatan lintas bangsa.

“Semoga persahabatan dan kerja sama kita terus tumbuh dan membawa manfaat bagi generasi mendatang,” tutur Herman.

(dr.j)

Kepala Diskominfo Kota Bandung

Yayan A. Brilyana

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Preseden Buruk Bagi Birokrasi di Kabupaten Bekasi, TP2D Kankangi Lembaga Resmi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Edi Suprapto Kukuhkan Pengurus SWI Kota dan Kabupaten Bandung dalam Rapat Koordinasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Pimpred Kabarnusa24: Belum Saatnya Pak Plt !!! Pembentukan TP2D Kabupaten Bekasi Lampaui Batas Kewenangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:47 WIB

MUSKOT KORMI Kota Bandung Tetapkan Topan Ardian Saputra sebagai Ketua Definitif

Rabu, 9 September 2026 - 20:34 WIB

THE GAME HAS CHANGED: Perry & Chandra, Karakter Adalah Modal Utama Bisnis di Era Sulit

Minggu, 6 September 2026 - 19:43 WIB

DPD KKJN Jawa Barat 2026-2030 Resmi Terbentuk Komitmen Lahirkan Jurnalis Profesional dan Berintegritas

Rabu, 2 September 2026 - 22:48 WIB

Tiga Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Kabupaten Bogor, MUKAB IX Jadi Penentu Arah Dunia Usaha 2026–2031

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kang Awang Tegaskan Komitmen LBI Kota Bandung: Bukan Sekadar Kumpul, Tapi Bermanfaat dan Siap Kawal Visi ‘Bandung Utama’

Berita Terbaru